Padang, Prokabar – Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida memang gagal menyelamatkan Semen Padang dari degradasi. Namun, pelatih asal Portugal itu mengaku tetap bangga bisa melatih Semen Padang.
Hal itu disampaikan Eduardo, saat jumpa pers usai laga pertandingan Persela lMaongan vs Semen Padang, yang berkesudahan 2-0 untuk tuan rumah, Sabtu (21/12) di Stadion Surajaya Lamongan.
Dua gol Persela yang mengalahkan Semen Padang diciptakan oleh Riyatno Abiyoso pada menit ke-53, dan Malik Risaldi di menit ke-80 dari titik penalti. “Saya pikir ini pertandingan bagus, karena kedua tim ingin memenangi pertandingan, selamat buat Persela,” ujar Almeida.
Walau gagal mewujudkan target tim lolos dari degradasi, Almeida tetap senang bisa melatih di Semen Padang. Dia juga berterima kasih mendapat kesempatan melatih Semen Padang.
“Saya pikir para pemain juga sudah berjuang, sehingga terima kasih buat para pemain. Saya juga bangga telah menjadi bagian tim ini, dengan dukungan suporter yang cukup fanatik,” lanjutnya.
Eduardo juga sempat menuturkan tentang faktor kegagalan timnya bertahan di Liga 1 musim depan. Dia menyebut bahwa hal tersebut dikarenakan kurang apiknya capaian tim di putaran pertama.
“Kami jalani start kurang bagus, dengan hanya mengumpulkan 11 poin dan kami mengumpulkan 21 hingga 22 poin di putaran kedua. Mungkin beda cerita bila kita mampu tampil lebih baik di putaran pertama,”kata pria berusia 41 tahun itu.
Meski demikian, Eduardo mengatakan kompetisi Liga 1 Indonesia adalah salah satu yang terbaik dalam pengalaman dirinya selama melatih, dan cukup memberikan kesan tersendiri kepada dirinya.”Ini kompetisi yang cukup kompetitif, kompetisi yang cukup bagus saya kira,” terangnya.
Sementara, kiper Semen Padang Rendy Oscario mengatakan, jika seluruh pemain tim Kabau Sirah telah berusaha untuk bisa menutup kompetisi dengan sebuah kemenangan, kendati mereka sudah dipastikan turun kasta sebelum bertanding.
“Walaupun tim kami turun degradasi, tapi di pertandingan terakhir ini kita coba menampilkan yang terbaik, walaupun kita kalah 2-0. Saya ucapkan selamat buat Persela,” kata Rendy.
Soal kelanjutan karirnya ke depan, Rendy mengaku belum memikirkan hal itu, apakah tetap bertahan di Semen Padang atau akan mencari klub lain agar bisa tetap bermain di Liga 1. “Bertahan atau tidak di tim ini, saya juga belum tahu. Kita tunggu saja,”tutur kiper berdarah Papua itu.(mht)
















