Nasional

Dua Desa di Probolinggo Masuk Nominasi Kampung Iklim

Surabaya, Prokabar – Dua desa di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur masuk nominasi program kampung iklim tingkat utama nasional 2018 yakni Desa Watupanjang dan Desa Binor yang diadakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) .

Kepala Desa Binor, Hostifawati di Probolinggo, Senin (6/8) mengatakan selama ini pihaknya bersama segenap elemen masyarakat dan tokoh agama berupaya merubah pola pikiragar tidak membuang sampah sembarangan dan buang air besar pada tempat yang sudah disediakan. “Lingkungan harus dijaga dengan baik jika tidak, maka berdampak negatif bagi kesehatan,” katanya.

Selama ini, lanjut Hostifawati berbagai upaya dilakukan, mulai dari transplantasi terumbu karang dan mengajak masyarakat untuk menggunakan jaring yang ramah lingkungan, serta menyiapkan kubus berongga dan fish apartement untuk meningkatkan populasi ikan di laut.

“Kami terus berupaya menjaga kebersihan laut dengan melibatkan segenap nelayan. Kebersihan laut sudah dikapling sesuai perahu yang ada, sehingga nelayan dengan sukarela membersihkan sampah sesuai kaplinganya masing-masing,” terangnya.

Ia menjelaskan, pihak desa juga membuat program bank sampah, sehingga sebelum sampah dibuang, maka masyarakat melakukan pemilahan terlebih dahulu, kemudian sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan dipilah dan dijual ke bank sampah.

“Ketika laut bersih maka saat ini sudah banyak tumbuh bermacam-macam pohon di bibir pantai. Kami juga gencar melakukan pembuatan resapan biopori sehingga airnya tidak terlalu asin. Semua ini bisa terwujud berkat keterlibatan juga dari pihak CSR perusahaan yang peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Rachmad Waluyo mengatakan, dua desa yang masuk nominasi tersebut yakni Desa Binor-Kecamatan Paiton dan Desa Watupanjang-Kecamatan Krucil sudah dilakukan verifikasi oleh tim dari Ditjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Upaya itu dapat merangsang masyarakat, melakukan penyelamatan lingkungan dari segala sektor baik bahaya banjIr, erosi laut, dan longsor. Saya juga memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan pihak desa,” tuturnya.

Ia berharap, apa yang dilakukan masyarakat Desa Binor dan Watupanjang memberikan dampak yang positif, sehingga bisa terpilih sebagai desa yang terbaik dalam Program Kampung Iklim Tingkat Utama Nasional.

Perwakilan tim KLHK, Yulianto Teguh Wibowo menyampaikan di Jawa Timur terdapat sekitar 21 lokasi yang ikut serta dalam verifikasi program kampung iklim nasional, sedangkan secara nasional, terdapat 208 lokasi yang fokusnya adalah desa yang merupakan penggiat lingkungan yang peduli terhadap perubahan iklim.

“Program kampung iklim adalah program nasional untuk mendorong partisipasi aktif dan kontribusi peran serta masyarakat di tingkat utama dalan aksi pengendalian perubahan iklim,” ungkapnya. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top