Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

dr. Andani: Masyarakat Kita Cenderung Lalai. Begitu Terinfeksi, Stress-nya Minta Ampun

Dibaca : 506

Padang, Prokabar — Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Universitas Andalas, Padang Dr.dr. Andani Eka Putra, M.Sc tampil sebagai narasumber pada webinar yang diselenggarakan PT Semen Padang bekerjasama dengan Yayasan Igasar Semen Padang (YISP), Rabu (21/10). Mengangkat topik ” New Normal Bukan Back To Normal, Covid-19 dan Pola Penyebarannya”, dr. Andani mengingatkan agar masyarakat, jangan takut corona, tapi jangan lalai dengan corona.

“Masyarakat kita cenderung lalai. Namun begitu terinfeksi stress-nya minta ampun. Ini yang menyebabkan kematian karena stress berlebihan? Kenapa meninggal? Karena jantung, ginjal, dan gula tidak terkontrol. Ini yang terjadi. Sudahlah mental tidak kuat, dan lalai,” kata Dr. Andani seraya mengatakan, inilah fenomena yang terjadi di masyarakat.

Untuk itu, Dr. Andani mengingatkan, kalau merasa tidak kuat atau takut menghadapi corona maka jagalah diri dan keluarga.

“Pikirkanlah ketika orangtua positif corona, dan meninggal, sementara kita tidak bisa ketemu orangtua yang meninggal,” ingatnya.

Webinar ini diikuti semua karyawan YISP (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) dan Perwakilan Orang Tua Siswa.

Pada kesempatan itu Dr.Andani mengingatkan saat ini rumah makan/restoran sangat rawan penularan COVID-19.

“Saat ini hampir tidak ada restoran/rumah makan yang aman.” Dalam sebuah tes swap pada salah satu restoran, hampir 30 % karyawannya terfeksi.”

Parahnya, kata Dr.Andani, konsumen kita tidak pakai masker di restoran.

“Tambah jelek lagi, petugas restoran tidak pakai masker. Restoran kini jadi salah satu titik masalah penyebaran COVID-19,” tukasnya.

Bagaimana cara mengatasi penyebaran covid dari restoran? Caranya dengan melakukan pemeriksaan gratis bagi pengelola dan karyawan restoran. Digratiskan agar bapak ibu nyamanm

Ia berharap para pengelola dan karyawan restoran menerapkan protokol COVID-19 yang benar. “Semua pegawai wajib pakai masker, jaga jarak dengan pengunjung,” kata Dr. Andani.

Kepada warga Kota Padang, Dr.Andani mengingatkan agar tidak banyak keluar rumah karena angka infeksi COVID-19 di Padang tinggi.

Dr. Andani juga meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai aktivitas perjalanan dinas, mudik, wisata, dan baralek.

“Bagi yang melakukan aktivitas perjalanan dinas harus hati-hati. Setiap pulang dinas, bilang kepada suami jangan masuk kamar dulu. Tes PCR dulu,” katanya.

Begitu pula bagi yang mudik, katanya, rentan membawa virus dari luar kota.

Berbicara tentang new normal, Dr.Andani mengatakan, new normal adalah sebuah karaater baru, yakni bagaimana melakukan adaptasi terhadap kondisi pandemi. Konsep new normal kembali pada kondisi normal, pada kondisi yang ada. Namun bukan kembali kepada kondisi semula. Konkritnya, kondisi adaptif atau penyesuaian terhadap kondisi era pandemi dengan memakai, jaga jarak dan lain sebagainya.

Ia mengatakan, pandemi ini tidak bisa diselesaikan sendiri, namun hanya bisa diselesaikan dengan ketelibatan semua komponen bangsa.

Kepala Departemen Komunikasi dan Hukum Perusahaan PT Semen Padang Oktoweri mengatakan, webinar itu merupakan yang kelima digelar dengan tujuan memberikan edukasi jajaran Yayasan Igasar Semen Padang yang bagian dari keluarga besar semen padang.

“Ini merupakan program tim COVID-19 PT Semen Padang yang rutin memberikan edukasi kepada keluarga besar perusahaan, terutama dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19,” kata Oktoweri yang juga Ketua Tim COVID-19 PT Semen Padang. (*/vina)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top