DPRD : Tinjau Ulang Kebijakan Impor Jagung

Penulis -

Senin, 12 November 2018 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, Prokabar — Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan mengimpor seribu ton jagung ke Indonesia pada akhir 2018.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Achmad Firdaus Febriyanto mengatakan, pihaknya mengaku heran dengan kebijakan pemerintah pusat tersebut. Pasalnya, data dari Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Jawa Timur, hasil produksi jagung petani mengalami surplus.

“Jika mengacu pada data yang diberikan Jawa Timur dinas pertanian maupun data yang dilihat di pusat seneng ya surplus stok jagung di Jatim dan pusat. Karena itu dengan rencana impor jagung kemarin saya juga heran,” kata Firdaus ungkapnya belum lama ini.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Menurutnya, impor jagung yang diberlakukan pemerintah itu janggal. Pasalnya, di beberapa wilayah, hasil produksi jagung petani masalah di ekspor ke wilayah lain. “Kita sudah ekspor kayak Gorontalo sudah ekspor ke Filipina dan Malaysia 380 ribu ton. Cuma katanya masih ada persoalan di pakan ternak. Untuk data yang jelas, dari surplus data yang ada untuk pakan ternak sudah teraklmodir di dalamnya,” paparnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Maka itu, pihaknya berharap agar pemerintah memberikan alasan rasional ketika melakukan kebijakan impor. “Terus pertimbangan kementrian adalah jarak kalau di Sumatera lebih baik dari Malaysia daripada mengambil di Priok. Kok masih ada impor kesalahannya dimana apakah data valid antara di dinas dan di lapangan,” tandasnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Firdaus khawatir, jika impor jagung dipaksakan, maka beberapa petani yang ada di Jawa Timur akan merugi karena harga jatuh. “Kita lihat petani di Lamongan, Jember, Bojonegoro kan mau panen. Nanti kan harganya bisa jatuh,” pungkasnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB