Nasional

Doni Monardo dan Mama Nona Bahas Warisan Baba Akong


Iring-iringan mobil meninggalkan pusat kota Meumere NTT ke arah barat laut.

Dibaca : 176

Maumere, Prokabar – Iring-iringan mobil meninggalkan pusat kota Meumere NTT ke arah barat laut.

Angin semilir menyapa dari bibir pantai sepanjang jalan Trans Flores.

Hijau savana di bukit pegunungan pada satu sisi, serta biru Laut Flores di sisi yang lain, mengusap lelahnya mata.

Usai menempuh perjalanan sejauh 29 kilometer, mobil melambat di Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

Berbelok ke kanan memasuki halaman luas sebuah rumah sederhana.

Di situlah tinggal Mama Nona, perempuan 71 tahun bernama lengkap Angelina Nona.

Dia adalah janda mendiang Baba Akong, salah satu “orang besar” di dunia pelestarian alam, yang wafat,Rabu, 6 Maret 2019, pada usia 71 tahun.

Menerima Kunjungan

Sore itu, Mama Nona bertabur bahagia menerima kunjungan dadakan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo.

Di antara kesibukan mengkoordinir penanggulangan bencana di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Doni menyempatkan diri menengok warisan almarhum Baba Akong.

Warisan itu berupa hutan mangrove yang terhampar di pantai Ndete yang berlokasi persis di belakang rumahnya.

Agaknya, Doni memang selalu merasa mendapat semprotan energi baru saat menyaksikan pohon rimbun, subur atau pohon langka, apapun jenis pohon itu.

Berdiskusi tentang pohon dengan mantan Dan Paspampres ini bisa lupa waktu, karena ia mengenali secara fasih aneka jenis pohon, baik nama, asal bahkan sejarahnya.

Sore itu, Doni menyaksikan satu per satu pohon mangrove (bakau) yang ada di sana, tumbuh dari jerih payah Baba Akong.

Baba Akong adalah seorang nelayan. Setidaknya, sejak menikahi Angelina Nona pada tahun 1975.

Sebelumnya, Baba Akong yang keturunan Cina asal Atambua itu, adalah pedagang di kota Maumere.

Saat jumpa pertama kali dengan Nona, Akong yang bernama asli Viktor Emanuel Rayon adalah seorang kasir di Toko Kalimas, Maumere.

“Kebetulan saya sering belanja ke toko dia. Dari situ lama-lama muncul perasaan suka satu sama lain. Tuhan yang mengirim dia menjadi jodoh mama,” ujar Mama Nona.

Tinggal di Rumah Mama Nona

Usai menikah, Baba Akong tinggal di rumah Mama Nona, dan meninggalkan dunia toko, beralih menjadi nelayan.

Halaman : 1 2 3 4 5

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top