Nasional

DKI Terapkan Sistem Digital Untuk Tegakkan Hukum Lalu Lintas

Jakarta, Prokabar — Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri Grand Launching Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau Penerapan Tilang Elektronik, yang terdiri dari Integrated Vehicle Registration and Identification System (IVRIS) dan SMS Info 8893, di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/11) kemarin.

Dalam kesempatan itu,  Anies menjelaskan Pemprov DKI Jakarta mendukung diterapkannya sistem digital di dalam penegakan hukum lalu lintas, termasuk dalam registrasi kendaraan bermotor.

Sejauh ini, kata Anies, data-data kependudukan yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi DKI Jakarta sudah tersambung dengan data-data yang dimiliki oleh Polda Metro Jaya.

“Kami (Pemprov DKI) juga berkepentingan dengan sistem digital ini. Karena data per 25 November 2018 menunjukkan, saat ini terdapat sekitar 700 ribu roda empat yang belum bayar pajak, yang nilainya kira-kira 1,2 triliun rupiah. Kemudian, juga ada 4 juta roda dua yang belum bayar pajak, nilainya kira-kira 585 miliar rupiah,” jelas  Anies.

Oleh karena itu, dengan adanya penegakan hukum melalui sistem digital ini, Anies berharap bisa mempercepat proses penyelesaian pembayaran pajak. Jika terdapat pelanggaran, maka denda akan dikirimkan ke individu (pemilik) yang namanya tercatat pada sistem.

“Nah, salah satu masalah yang kita hadapi adalah kendaraannya berpindah kepemilikan, tapi pencatatannya tidak berpindah, pajaknya tidak dibayarkan. Dengan adanya ini, harapannya bisa merapihkan dan menyinkronkan data, antara pemilik kendaraan bermotor dengan fakta kendaraan itu ada di mana dan dimiliki oleh siapa,” jelas Anies.

Menurut Anies, pemasangan CCTV untuk mendukung Tilang Elektronik ini telah dilakukan di koridor Sudirman-Thamrin. Lokasi pemasangan CCTV pun akan diperluas. “Kita dukung, mudah-mudahan bisa lebih luas. Tadi saya bicara dengan Kadirlantas, nanti kita akan pasang CCTV di tempat yang ada keramaian. Jadi, sekarang sedang dikaji oleh Polda,” tambah Anies.

Diketahui, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) merupakan sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang cukup efektif, dengan menggunakan teknologi elektronik berupa kamera ANPR (Automatic Number Plate Recognition) yang dapat mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) secara otomatis, merekam, dan menyimpan bukti pelanggaran tersebut untuk dapat digunakan sebagai barang bukti pada saat dilakukan penindakan. Pada tahun 2019, rencananya akan dilaksanakan pengembangan pembangunan ETLE di wilayah DKI Jakarta. Targetnya, sebanyak 81 kamera terpasang pada 25 persimpangan di wilayah DKI Jakarta.

Sedangkan IVRIS adalah sistem registrasi kendaraan bermotor yang terintegrasi antara BPKB dan STNK, sehingga cukup satu kali menginput data pada penerbitan STNK, yang dilaksanakan dengan verifikasi sistem barcode. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top