Nasional

Ditjen SDPPI Kemenkominfo Gelar Media Briefing “Tepat Menggunakan Alat Telekomunikasi”

Jakarta, Prokabar — Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sangat fokus pada pemanfaatan frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi oleh masyarakat luas. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal SDPPI Dr. Ir. Ismail MT pada acara Media Briefing “Tepat Menggunakan Alat Telekomunikasi” di Hotel Horison Bekasi, Senin (13/8).

Forum ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Indonesia tentang penggunaan frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi secara baik dan benar sehingga tidak memunculkan dampak keamanan dan ekonomi bagi pengguna lain.

Ismail juga melanjutkan tentang pentingnya serifikasi perangkat telekomunikasi sehingga perangkat yang digunakan berkualitas dan tidak mengganggu keselamatan dan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama Direktur Standardisasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Mochamad Hadiyana menjelaskan bahwa kini layanan sertifikasi perangkat telekomunikasi dapat selesai dalam waktu satu hari (One Day Service).

One Day Service mempermudah dan mempersingkat proses perizinan sertifikasi menjadi satu skema, dari yang sebelumnya tiga skema, dengan dua tarif eksisting yaitu sertifikasi dengan test report dalam negeri dan sertifikasi dengan test report luar negeri.

One Day Service ini juga merupakan bagian dari aplikasi mobile e-Sertifikasi SIRANI untuk mendukung perizinan online terpadu One Single Submission yang diresmikan pemerintah pada 9 Juli 2018 lalu. Melalui aplikasi SIRANI masyarakat dan pengguna bisa mengakses informasi mengenai daftar sertifikat, informasi sertifikasi, balai uji, hingga tariff sertifikasi perangkat telekomunikasi.

Ada empat tantangan besar bidang telekomunikasi yang harus diatasi dan dihadapi Kemkominfo, khususnya Ditjen SDPPI:

1. Tantangan pertama adalah krisis spektrum dimana Indonesia mencanangkan untuk menambah 350 Mhz spektrum baru guna mengantisipasi era broadband.

2. Tantangan kedua adalah memaksimalkan pelayanan publik, karena Ditjen SDPPI merupakan direktorat jenderal yang sarat dengan pelayanan publik, dan salah satu yang melakukan pelayanan publik terbesar di Kemkominfo, baik pusat maupun di daerah.

3. Tantangan ketiga adalah pemanfaatan produksi dalam negeri dimana kini hardware untuk lingkungan ICT di Indonesia 90 persen diperoleh dari impor.

4. Tantangan keempat adalah merangkul pelaku usaha dalam membangun infrastruktur. Pembangunan masih terpusat di kota besar yang menjanjikan tingkat pengembalian investasi yang cepat sedangkan masih banyak daerah terpencil yang hampir tidak tersentuh.

Kemkominfo juga mendorong industri perangkat telekomunikasi dalam negeri untuk tumbuh dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui balai pengujian, salah satunya Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT). Melalui balai ini diharapkan Indonesia dapat mengembangkan industri telekomunikasi tidak hanya di bidang hardware, tapi juga software, brainware, riset dan pengembangan melalui pengujian alat komunikasi.

Kepala BBPPT Moch. Rus’an mengatakan saat ini BBPPT sedang menuju ISO 17043 (Penyelenggara Uji Profisiensi) yang merupakan salah satu syarat menjadi laboratorium rujukan. Pemohon dapat melakukan pendaftaran pengujian secara online melalui http://sip2tel.postel.go.id. (*/hdp)

 

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top