Agam, Prokabar – Ratusan masyarakat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam mendapatkan pengetahuan tentang keamanan pangan dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan di Padang, rabu (7/11).
Sosialisasi dan diskusi keamanan pangan ini juga dihadiri anggota DPR RI Komisi IX, M Ikbal dari Fraksi Partai Persatuan pembangunan, Kasubdit Inspeksi BPOM pusat, dan kepala BBPOM di Padang Martin Suheri.
Meski bertajuk tentang kesehatan, namun dalam kesempatan ini, masyarakat Palembayan diwakili salah seorang tokoh masyarakat, Syafrizal mengatakan jika Palembayan saat ini sangat membutuhkan sentuhan pembangunan. Ketiadaan jaringan internet, sarana dan prasaran pendidikan yang minim, jalan rusak menjadi sorotan masyarakat Palembayan saat ini.
“Lihat saja jalan ke Palembayan, berlobang, sempit. Tidak hanya itu, dari segi pendidikan saja, ujian nasional sudah komputerisasi, namun disini tidak ada internet. Dan ada sekolah yang sudah wajib melaksanakan ujian dengan komputer, tapi sekolah malah tidak memiliki komputer,” ucapnya.
Sementara itu, meski tidak pada bidangnya di Parlemen, namun M Ikbal dalam sambutannya mengakui jika insfrastruktur di Palembayan masih tergolong minim dan belum memadai. Masih terdapat jembatan kayu, dan jalan yang butuh bantuan provinsi maupun pusat atau APBN.

“Sejak 2009 lalu, saya di komisi IX DPR RI, berkaitan dengan bidang kesehatan. Komisi sembilan lebih kepada pembangunan kesehatan, dan bagaimana pelayanan kesehatan masyarakat dapat maksimal, serta bagaimana masyarakat memahami tentang makanan sehat,” ujar Ikbal.
Dalam kesempatan ini, putra kelahiran Medan tahun 1975 ini juga mengatakan jika Sumatera Barat tidak hanya membutuhkan pembangunan dalam bidang kesehatan saja, namun juga membutuhkan pembangunan dari segi infrastruktur, seperti yang dikeluhkan oleh masyarakat Palembayan.
“Masih banyak jalan di Kabupaten Agam yang membutuhkan dana dana dari pusat. Dan hal ini wajar, karena anggaran kabupaten dan provinsi yang terbatas,” ucap Ikbal.
Sementara, menurut M Ikbal, pembangunan terbagi atas dua, diantaranya pembangunan di bidang fisik dan pembangunan dibidang sumber daya manusia.
“Pembangunan SDM sangat penting, guna melahirkan masyarakat dan generasi Indonesia yang sehat dan sejahtera,” katanya.
M Ikbal menambahkan, jika masyarakat juga harus mengetahui apa itu makanan yang sehat dan tidak berbahaya jika dikonsumsi. Karena, menjaga kesehatan masyarakat dari bahan yang berbahaya merupakan tanggung jawab pemerintah.
“Borak, rodamin, zat pewarna yang dicampurkan ke dalam makanan harus dihindari oleh masyarakat. Kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi pangan yang telah dicampur dengan bahan yang berbahaya tidak langsung berdampak, tapi dampak tersebut akan dirasakan beberapa tahun kedepan,” ujarnya.
Melalui sosialisasi dan diskusi ini, M Ikbal berharap masyarakat kedepannya dapat mengetahui dan menghindari jenis-jenis pangan yang tidak aman dikonsumsi. (eym)
















