Padang, Prokabar – Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami manajemen Semen Padang FC. Kegemaran mereka di pramusim lalu mencoret pemain, ternyata berbuah hukuman dari FIFA.
Dari sekian banyak pemain yang dicoret saat sudah teken kontrak, salah satunya melapor ke FIFA. Ia adalah Tristan Koskor, pemain asal Estonia.
Ketika itu Tristan Koskor yang memiliki postur lebih dari 190 sentimeter ini dibuang karena dianggap tidak produktif. Padahal kompetisi resmi belum dimulai.
Tidak terima dengan keputusan ini Tristan Koskor lantas menggugat ke FIFA. Semen Padang dituntut untuk memberi kompensasi atas keputusan sepihak itu.
Hasilnya, FIFA memenangkan gugatan Tristan Koskor.
Walaupun nilai gugatan tidak dikabulkan sepenuhnya, Tristan Koskor tetap berhak kipas-kipas uang dari Semen Padang.
CEO Semen Padang, Hasfi Rafiq, mengungkapkan FIFA menjatuhkan denda sekitar Rp 300 juta. Awalnya nilai gugatan mencapai Rp 1,5 miliar. Ada proses yang berjalan, keputusan akhir Semen Padang harus membayar Rp 321 juta.
Rinciannya biaya perkara 5 ribu Swiss Franc (sekitar Rp 71 juta), bunga sebanyak 5 persen, dan inti denda Rp 18 ribu dolar AS atau sekitar Rp 250 juta.
Semen Padang mendatangkan Koskor menjelang turnamen Piala Presiden 2019. Namun, pemain berusia 23 tahun itu dianggap lambat beradaptasi dengan cuaca di Indonesia, sehingga urung direkrut. Koskor sudah kembali ke klub lamannya, Tartu JK Tammeka, walau sempat mencoba peruntungan di Islandia.
Sedangkan dalam wawancaranya dengan media Estonia, ERR, beberapa waktu lalu, Koskor mengaku menikmati pengalamannya di Indonesia. Hanya saja, ia menolak membubuhkan tanda tangan kontrak, karena ada beberapa opsi tambahan dari Semen Padang yang dianggap tak masuk di akal.
Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Hasfi Rafiq, menerima surat teguran dari FIFA yang dikirim PSSI tentang sengketa ketenagakerjaan. Dalam surat itu, Semen Padang wajib memberikan kompensasi kepada Koskor.
Hasfi mengatakan, sengketa itu sudah berjalan sejak April 2019. Mereka juga telah mengirimkan surat balasan kepada FIFA. Awalnya Koskor menuntut kompensasi sebesar Rp1,5 miliar. “Setelah proses berjalan, akhirnya keluar keputusan akhir, kami membayar sekitar Rp300 jutaan,” ujar Hasfi.(mht)
















