Tanah Datar, Prokabar- Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Tanah Datar terus berlanjut sampai saat ini. Penyuntikan vaksin terhadap tenaga kesehatan, pelayanan publik dan lansia dikebut sebagai upaya membentuk kelompok imunitas.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar Roza Mardiah mengatakan, jika program vaksinasi diikuti antusias oleh masyarakat yang telah dinyatakan sebagai sasaran penerima. Namun, keterbatasan vaksin yang diterima pihaknya, menyebabkan tidak semua sasaran dapat menerima vaksin, khususnya masyarakat.
Selain itu, vaksinasi juga terkendala kemampuan petugas untuk melayani sasaran penerima.
Dalam satu hari, satu layanan kesehatan hanya bisa memberikan layanan minimal kepada 70 orang dan maksimal 100 orang.
” kalau antusias masyarakat kita saat ini cukup tinggi, tapi jatah vaksinnya yang kurang. Perlu kita informasikan juga, vaksin itu untuk menjaga imun kita. Ketika diserang virus, tubuh kita bisa bertahan dari gejala berat,” ungkap Roza saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/7).
Ia melanjutkan, realisasi vaksinasi covid 19 di Tanah Datar sendiri sampai 6 juli 2021 tercatat, untuk nakes dengan pemberian vaksin tahap pertama sebanyak 1901 orang dengan persentase 108,8%, dan tahap dua sebanyak 1445 orang dengan persentase 98,23%.
Sedangkan, pada sasaran petugas pelayan publik tercatat sebanyak 21667 orang dan tercapai 16738 orang untuk tahap pertama, dan tahap kedua sebesar 6152 orang.
Sementara, untuk lansia, sasaran sebanyak 38116 orang, dan baru tercapai sebanyak 1335 orang untuk tahap pertama, dengan persentase 3,50% . Sedangkan untuk tahap dua baru tercapai 395 orang atau 1,04%.
” lansia ini meningkat (sasaran vaksinasi). ini tentunya tidak terlepas karena banyak sasaran sebagai penerima bantuan dari pemerintah seperti PKH, Bansos. Lansung naik persentase vaksinasinya, dulu kan susah diminta untuk vaksin,” ungkap Roza.
Sedangkan, vaksinasi untuk anak usia 12 tahun hingga 18 tahun, Dinkes Tanah Datar berencana akan melakukannya pada tahun ajaran baru mendatang.
” kita baru menerima suratnya itu dua hari belakang. Untu realisasinya, kita usahakan mulai ditahun ajaran baru nanti, ” tutup Roza. (eym)
















