Dibina Yayasan Semen Padang, Dua Warga Mentawai Dibekali Ilmu Ayam Petelur

Penulis -

Senin, 15 Maret 2021 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang, Prokabar- Setelah dua minggu mengikuti pembekalan ilmu mengenai pengembangan bisnis ayam petelur di Ganefa Farm, dua warga Mentawai yang dibina Yayasan Semen Padang akhirnya kembali dijemput untuk melanjutkan program pembinaan.

“Kami menguncapkan terima kasih yang teramat sangat kepada pemilik Ganefa Farm atas kesediaannya memberikan ilmu yang dimilikinya tentang bagaimana mengembangbiakan ayam petelur yang dalam rencananya juga akan dikembangkan oleh warga Mentawai binaan Yayasan Semen Padang,” ujar Bendahara Yayasan Semen Padang saat berada di Ganefa Farm, Sabtu, 13 Maret 2021.

Ia menjelaskan, program sosial yang telah dicanangkan oleh Yayasan Semen Padang, melakukan pembinaan untuk melakukan usaha mandiri kepada warga dari Panti Asuhan di Sipora-Mentawai.

Pembinaan itu dilakukan guna membantu masyarakat tersebut dalam mandapatkan penghasilan tambahan dengan menjalankan usaha peternak ayam petelur.

“Ada berbagai program sosial masyarakat yang kami lakukan selain dihadirkannya Rumah Singgah bagi keluarga pasien Semen Padang Hospital asal luar Padang, salah satunya yakni pembinaan usaha mandiri untuk warga Mentawai yang berada di panti asuhan Hidayatullah. Melalui pembinaan ini, kami berharap agar pembinaan ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang berada di sana,” kata pria yang akrab disapa Das ini.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Di sisi lain, Kepala Bagian SDM dan Umum Yayasan Semen Padang Defni Riza mengungkapkan, tidak hanya dibekali ilmu mengenai mengelola peternakan ayam petelur saja, dua warga Mentawai yang dibawa dari tempat tinggal mereka itu juga akan diberi ilmu mengenai pengembangbiakan pakan ternak ayam yang sedang banyak diterapkan saat ini, yakni “Maggot”.

“Di dunia peternakan, faktor penentu keberhasilan industri peternakan adalah pakan. Pakan adalah asupan energi yang diberikan kepada hewan ternak secara berkala dan terjadwal. Pemberian pakan agar memberikan hasil yang maksimal haruslah mengandung gizi dan vitamin yang baik seperti : karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin. Namun, dalam proses pemberian pakan terhadap hewan ternak pun, kita tidak harus memberikan berupa pakan pabrikan. Pakan ayam alternatif protein tinggi dapat Ada dapatkan juga dari beberapa bahan pakan alternatif. Nah, kami memilih Maggot sebagai alternatif pakan bagi ayam petelur yang akan dikembangbiakan di Mentawai,” ujar Defni.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Di Bangkinang, dua warga Mentawai itu akan menetap selama beberapa hari sehingga benar-benar siap dan mantap untuk menerapkan ilmu yang didapatkannya saat telah di Mentawai.

Menurut Defni, ini baru sebagian proses dari terwujudnya pembinaan usaha mandiri kepada warga Mentawai yang ada di panti asuhan Sipora itu. Karena nanti akan ada pembuatan kandang ayam, pengurusan sumber pakan dan minum ayam dan lainnya.

Di sisi lain, selain pembinaan usaha mandiri kepada masyarakat Mentawai, Yayasan Semen Padang juga akan melakukan pembinaan dalam usaha pembuatan kue.

Baca Juga :  Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Kegiatan itu dilakukan dalam upaya meneruskan kembali usaha dari warga Mentawai dalam pembuatan dan penjualan kue yang sempat terputus sebelumnya.

“Kami berharap melalui berbagai pembinaan usaha mandiri yang kami lakukan dapat memberikan manfaat yang berlangsung lama bagi masyarakat Mentawai,” tuturnya.

Sementara itu, pemilik Ganefa Farm, Zulkifli (68 tahun) menyampaikan rasa apresiasi kepada Yayasan Semen Padang atas program sosial yang dilakukan terhadap warga panti asuhan yang ada di Mentawai.

Ia juga merasa senang karena telah berbagi ilmu dan pengetahuan mengenai pengelolaan peternakan ayam petelur kepada dua warga Mentawai yang akan mengembangkan usaha itu di tempat asalnya.

“Semoga ilmu yang didapatkan oleh dua warga Mentawai ini dapat bermanfaat dan diterapkan dengan baik, sehingga akan memberikan hasil yang bagus juga tentunya,” ujar Zulkifli yang kerap disapa Pak Haji ini. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB