Diajak Bupati ke Pasaman, Menteri Kelautan dan Perikanan Bakal Upayakan Pembangunan Pabrik Pelet

Penulis -

Jumat, 4 Juni 2021 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakit Wahyu Trenggono ke Pasaman. Ia melihat bagaimana di Kecamatan Rao terdapat hamparan kolam ikan seluas mata memandang.

Terkejut menteri ini saat datang ke Pasaman setelah mengiyakan ajakan Bupati Pasaman Benny Utama untuk melihat produksi ikan di Pasaman.

Banyak cerita dan berbagi informasi yang diberikan Bupati Benny Utama kepada menteri.

Terutama bagaimana perasaian pembudidaya ikan dalam menghadapi pakan ikan yang sering tidak terkendali harganya.

Sampai-sampai, tekad untuk mendirikan pabrik pakan ikan di Pasaman, jadi prioritas utama yang disampaikan Bupati Benny Utama kepada Menteri Sakit Wahyu Trenggono.

Tekad ini disampaikan bupati saat kunjungan Menteri Wahyu ke areal kolam ikan masyarakat di Jorong Rambahan Baru, Nagari Tanjung Betung, Kecamatan Rao Selatan, Jumat (4/6).

“Ketersediaan pakan ikan yang murah dan mudah, sangat diharapkan petani ikan Pasaman, dan kita berharap kedatangan Pak Menteri dapat mendorong terwujudnya hal itu,” tekad Bupati Pasaman Benny.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Dijelaskan, saat ini masyarakat pemilik kolam di daerah Kecamatan Rao, Rao Selatan dan Padang Gelugur, mendapatkan pakan ikan dengan harga cukup tinggi, minimal pelet apung seharga Rp.360 rb/karung (30 kg) dan pakan benam seharga Rp.460 rb/ karung (50 kg), dan kondisi ini cukup memberatkan.

“Jika harga pakan dapat ditekan lebih murah, dengan berdirinya pabrik pakan yang representatif di Pasaman, kita yakin dan optimis, usaha perikanan air tawar akan lebih maju dan berkembang, dan secara langsung akan lebih mensejahterakan masyarakat perikanan Pasaman,” ujar bupati optimis.

Di sisi lain, Menteri KP Wahyu Sakti Trenggono saat wawancara mengaku, mulanya tidak punya agenda kunjungan ke Pasaman.

Baca Juga :  Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

“Namun setelah saya ketemu pak bupati, saat beliau ke Jakarta dan di Padang Panjang kemaren, Saya jadi tertarik dengan penjelasan beliau tentang potensi dan produksi perikanan air tawar Pasaman, dan Saya begitu interes sekali ingin datang langsung ke sini,” aku Menteri KP Wahyu Sakti Trenggono.

Sebagaimana dijelaskan Bupati, produksi ikan Pasaman mencapai 54 ribu ton per-tahun, atau sama dengan satu triliyun rupiah per tahunnya.

“Menurut saya mata rantai industri ekonomi budidaya ikan air tawar Pasaman cukup luar biasa, dan saya ingin lebih ditingkatkan dan dikembangkan lebih besar lagi. Persoalan bibit, pakan dan budidayanya nanti akan dibenahi, dan saat ini saya bawa langsung Dirjen Budidaya dan dua staf khusus yang ahli di bidangnya,” terang Menteri KP.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menteri Wahyu berharap, karena budidaya ikan air tawar bagus di Pasaman, maka ini bisa menjadi sebuah kekuatan, jadi model, bagaimana meningkatkan ekonomi sesuai cluster daerah di berbagai daerah di Sumatera Barat dan wilayah lainnya di Indonesia.

Datang ke Pasaman, menteri ini juga menyerahkan bantuan modal usaha dan bibit ikan mas mustika kepada petani ikan.

Menteri Wahyu Trenggono berencana akan membantu satu unit escafator, serta sarana prasarana untuk tenaga penyuluh.

Selain itu ia juga menyerahkan bantuan calon induk ikan Mas Mustika, menyerahkan bantuan kredit Modal LPMUKP Rp500 juta, dan meninjau UPR Milienal anak muda mengelola pembenihan ikan mas.

Menyangkut pabrik pakan ikan, Menteri Wahyu Trenggono menyebut sudah minta kepada Dirjennya untuk mengadakan program pakan mandiri di Pasaman. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB