Bukittinggi, Prokabar – Komisaris PT Semen Padang, Khairul Jasmi menegaskan, jika program dana desa yang salurkan pemerintah pusat harusnya mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat minimal 1 persen.
Untuk mewujudkan pencapaian, telah seharusnya pondasi dana desa, yang salah satunya sumber daya manusia mesti dipadukan dengan budaya yang ada di desa tersebut.
Hal ini diungkapkan saat fokus group diskusi peran media dalam meningkatkan investasi di desa dan kawasan perdesaan yang diselenggarakan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, jumat (14/12).
Selain itu, agar dana desa tepat sasaran dan mampu mengenjot perekonomian masyarakat, maka pemerintah (Kemendes PDTT) juga harus memberikan dana desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bukan apa yang dibutuhkan oleh pemerintah.
“Di Sumatera Barat, One Village One Product semestinya dapat dijadikan sasaran dalam penyaluran dana desa oleh pemerintah. Karena suatu daerah memiliki kekhasan masing masing dan memiliki nilai jual,” ucap pria yang akrab disapa dengan Press KJ.
Media yang bertugas sebagai kontrol sosial telah seharusnya melahirkan ide kreatif, inovatif dan mampu mendorong Walinagari dalam memutuskan penyaluran bantuan pemerintah tersebut. Media juga hendaknya memberikan informasi positif kepada masyarakat.
“Selain memberikan ide, tentunya media harus mengutamakan 5 W 1 H dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, serta mempertimbangkan menajemen resiko serta resiko operasional dalam setiap peliputan yang dialakukannya,” tambahnya.(eym)
















