5. Borneo FC: Riors
Riors menjalin kerja sama dengan Borneo FC, setelah klub ini sebelumnya memakai produk buatan sendiri dengan merek NH. Kerja sama Borneo FC dengan produsen apparel lokal bukan kali ini saja. Musim 2017, Borneo FC memakai Salvo untuk seragam perang timnya.
6. Madura United: MBB
Produsen apparel lokal asal Bogor, MBB masih bersama Madura United. MBB salah satu apparel lokal yang cukup banyak kerja sama dengan klub Liga 1.
7. Persebaya: AZA
Sejak kembali ke Liga Indonesia termasuk pada Liga 2 2017, Persebaya konsisten memakai produk apparel buatan sendiri. Namun sampai pertengahan 2019, produk itu tanpa merek. Mulai pertengahan tahun lalu, AZA menjadi merek dagang apparel Persebaya buatan mereka. AZA mungkin representasi dari Azrul Ananda, presiden klub kebanggaan Bonek ini.
8. Persela: Octagon
Identik dengan biru langit, Persela juga sering memakai apparel produk luar negeri. Mereka pernah lama berseragam produk Italia, Diadora serta Lotto, dan dua musim terakhir bersama Forium dari Amerika Serikat. Kini, Octagon menjadi merek dagang seragam Persela dan apparel ini buatan mereka sendiri.
9. Persib: Sportama
Sejak empat musim terakhir, Sportama menjadi merek dagang apparel Persib yang merupakan buatan sendiri. Sebelumnya, skuad Maung Bandung pernah memakai apparel lokal bukan buatan mereka seperti Villour dan League. Persib juga pernah kerja sama dengan perlengkapan olahraga asal Eropa. Apparel yang pernah dipakai Persib dan produk luar negeri antara lain: Joma (Spanyol), Mitre (Inggris), dan Diadora (Italia).
10. Persija: Juara
Sebelumnya, Persija identik dengan dua produk apparel lokal, League dan Specs. Kini, Persija memakai apparel lokal dengan merek Juara pada 2020. Klub dengan julukan Macan Kemayoran ini juga pernah memakai apparel produk luar negeri seperti Reebok (Amerika Serikat) dan Diadora (Italia). Selanjutnya …
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya
















