Padang, Prokabar – Tidak selama 2 tahun akibat pandemi covid, Ramadhan tahun Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan Kota Padang kembali menggelar pasar pabukoan.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andree Algamar mengatakan pembukaan pasar pabukoan ini untuk menindaklanjuti permintaan dari masyarakat, terutama para pedagang dan pelaku usaha.
“Alhamdulillah, tahun ini kita bisa kembali membuka pasar pabukoan setelah 2 tahun tidak diizinkan karena Covid-19 sangat tinggi saat itu,” ujar Andree Algamar, Jumat sore
Pasar pabukoan ini akan dipusatkan di sebelah kantor Balaikota lama di Jalan M Yamin atau gedung HIPPI. “Kita akan buka pada tanggal 3 April 2022, sekaligus peresmian gedung HIPPI pukul 2 siang,” jelas Andree.
Di pasar pabukoan tersebut akan menampung sebanyak 40 pedagang. Dalam pelaksanaannya nanti para pedagang maupun pembeli wajib menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
Andree yang juga ketua Orari kota Padang ini juga menambahkan, di pasar pabukoan ini nantinya transaksi jual beli selain bisa tunai juga dapat dilakukan dengan QRIS.
“Pembayaran dengan QRIS ini untuk mencegah penyebaran Covid-19, karena kita tidak ingin terjadi klaster Covid-19 di pasar pabukoan” ucap Andree
Andree yabg juga kandidat doktor ini mengingatkan para penjual menu pabukoan mengedepankan kebersihan dan tidak mencampur dengan bahan yang dilarang seperti boraks atau pengawet hingga menggunakan pewarna pakaian.
“Masyarakat juga harus hati-hati memilih menu yang sehat, apalagi kalau ada makanan dengan warna yang mencolok,” sambungnya.
Beragam menu yang menggugah selera untuk berbuka mulai dari makanan berat seperti rendang, dendeng, tunjang (kikil), ikan bakar, dan ayam bakar. Kemudian, menu khas Ramadhan seperti kolak pisang, kolak ubi, lemang tapai hingga minuman segar es teler, es cendol, hingga es rumput laut tersedia lengkap. (vky)
















