Jakarta, Pokabar – Band genre rock sinematik asal Jakarta kembali mengenalkan single terbaru mereka berjudul ‘Song of Deliverance’. Sebuah karya apik dengan ideologi bermusik mereka yang mengacu pada cerita Nusantara dan semangat kebangsaan.
Kali ini band yang beranggotakan Vialinda (vokal), Gerard Laisina (gitar), Daniel Mantiri (gitar), Ezekiel Rangga (keyboard & sequencer) dan Ardika Prayudha (drum) ini mendapat inspirasi dari berdirinya Candi Borobudur.
“Single ini inspirasinya dari sebuah kerajaan Samaratungga dari dinasti Syailendra. Saat itulah Candi Borobudur berdiri berkat semangat kebersamaan. Sekaligus membangun identitas visual kejayaan, kekuatan dan tempat pencerahan bagi umat manusia,” jelas Rangga kepada awak media di Hard Rock Cafe, Jakarta.
Sebuah karya single kreatif yang sarat akan makna ajakan terhadap prilaku masyarakat pada masa ini, dimana pesan positif untuk membangun tanah kita dan menjadi tuan rumah atas kekayaan lokal kita menjadi bagian penting dari pesan lagu ini.
Menariknya dari single ini adalah keterlibatan mantan bassis dari band legendaris rock Indonesia, Edane, yaitu Daeng Oktav. Bassis yang baru saja hengkang dari Edane tersebut mengisi seluruh part bass dari lagu ini, menjadikan warna lagu menjadi unik dan gahar.
Selain itu point yang menarik dari single ini adalah video klip yang diproduksi dengan animasi yang sangat modern dan dinamis tanpa meninggalkan identitas genre musik modern rock ala Tanah Air Project.
Penggabungan teknologi visual yg menarik, pembangunan asset – asset lingkungan dalam bentukan animasi, menjadikan cerita dan pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih mudah dicerna, yaitu bagaimana kemudian Borobudur menjadi tempat pencerahan bagi manusia dan berdirinya sebuah pusat peradaban.
Kolaborasi dengan elemen tradisional garapan Avadana Dance Studio, sekelompok seniman muda berbakat dari sanggar tari dan musik tradisional di daerah Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Semakin memperjelas ideologi bermusik Tanah Air Project. (beb)

















