Jakarta, prokabar – Calon lawan timnas Indonesia, timnas Curacaro mungkin terdengar asing di telinga kebanyakan orang atau bahkan para penggemar sepak bola di Indonesia. Ternyata negara yang cuma dihuni sekitar 100 ribu penduduk itu, ternyata memiliki peringkat FIFA yang jauh diatas Indonesia.
Tak hanya itu, negara kecil ini memiliki sejumlah pemain yang berkompetisi di Liga Top Eropa. Sebut saja nama-nama seperti Kenji Gorre, Juninho Bacuna, Jurien Gaari, Vurnon Anita, dan Kevin Felida.
Kenji Gorre pernah berkostum Swansea City pada 2015 dan kini memperkuat salah satu klub liga teratas di Portugal, yaitu Boavista. Sementara itu, Juninho Bacuna saat ini bermain untuk klub kasta kedua Liga Inggris, Birmingham City.
Adapun Jurien Gaari, Vurnon Anita, dan Kevin Felida, bermain di klub yang berkompetisi di divisi teratas Liga Belanda, RKC Waalwijk.
Sejatinya terdapat satu lagi pemain Curacao yang bermain di kompetisi Liga Inggris, yakni Tahith Chong. Ini nama yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga penggemar Manchester United. Tahith Chong tercatat telah membukukan 16 pertandingan bersama Manchester United di semua kompetisi.
Dilansir dari Transfermarkt, winger yang masih berusia 22 tahun itu lahir di Ibu kota Curacao, Willemstad. Kedua orang tuanya berasal dari Curacao, namun Tahith Chong memilih untuk berpaspor Belanda.
Selain memiliki pemain-pemain berkelas, faktanya Curacao menempati peringkat FIFA yang jauh lebih baik di atas timnas Indonesia.
Per tanggal 23 Juni 2022, mantan negara jajahan Belanda itu berhasil menempati ranking 84 FIFA. Sementara itu, timnas Indonesia hingga saat ini masih nangkring di peringkat 155 FIFA.
Hal tersebut jelas menjadi tantangan tersendiri bagi timnas Indonesia untuk mengalahkan Curacao. Timnas Indonesia akan menjajal kekuatan timnas Curacao pada FIFA Matchday bulan September 2022.
Timnas Indonesia pun dijadwalkan bakal berhadapan dengan timnas Curacao dalam dua pertandingan uji coba.

Profil Unik Negara Curacao
Curacao menjadi sorotan usai beredar kabar negara ini akan melawan Timnas Indonesia dalam ajang FIFA Matchday pada September mendatang. Berikut profil unik negara Curacao.
Meski nama Curacao asing bagi warga Indonesia, namun secara peringkat mereka lebih baik. Saat ini. Curacao menempati peringkat 84 FIFA, sementara RI di angka ratusan yakni 155.
Terlepas dari pertandingan antar Curacao dengan Timnas Indonesia, bagaimana sebetulnya profil negara ini?
Menurut laporan Britannica, Curacao memiliki jumlah penduduk sekitar 149.800 jiwa pada 2022. Mereka menggunakan tiga bahasa resmi yakni bahasa Belanda, bahasa Inggris, dan bahasa Papiamentu.
Curacao merupakan pulau yang terletak di Laut Karibia. Wilayah ini termasuk dalam Kerajaan Belanda, namun secara fisiografis juga bagian Amerika Selatan.
Mayoritas penduduk Curacao adalah suku Arawak yang berasal dari Amerika Selatan.
Menilik sejarah, Curacao tak luput dari invasi bangsa Eropa pada 1499. Spanyol sempat menjelajah wilayah ini dan kemudian disusul Belanda.
Pada 1515, Spanyol mendeportasi seluruh penduduk asli Curacao ke Hispaniola untuk menjadi budak.
Sementara itu, Belanda menjadikan Curacao sebagai pusat perdagangan utama bagi Perusahaan Hindia Barat Belanda.
Pulau ini memberikan satu keuntungan khusus bagi Belanda dan menjadi salah satu pelabuhan alam terbaik di Hindia Barat.

Selama periode 1660 hingga 1700, Perusahaan Hindia Barat Belanda berkembang. Perdagangan budak pun melesat dan pelabuhan Curacao dibuka untuk semua negara.
Pelabuhan itu menerima pasokan makanan yang masuk maupun untuk membuang produk dari perkebunan Amerika Selatan.
Curacao kerap menjadi sasaran invasi dari negara yang menderita imbas perang yakni antara Inggris dan Belanda. Dan, Belanda berhasil mengamankan pulau ini sejak 1816.
Pada 1845, Curacao menjadi salah satu dari enam wilayah yang bergantung pada Belanda. Kemudian pada 1954, dengan mempertimbangkan ketergantungan mereka, maka pulau ini menyusun kembali sebagai Antillen Belanda.
Namun, pada 2006 masyarakat Curacao dan pemerintah Belanda sepakat membubarkan Antillen Belanda. Empat tahun kemudian, Curacao dan Sint Maarten menjadi negara yang termasuk dalam Kerajaan Belanda.
Kepala negara Curacao adalah raja Belanda, sementara kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Dari sisi ekonomi Curacao mengembangkan ekonomi perkebunan meski curah hujan dan tanah yang subur sedikit.
Di era invasi Belanda, tebu menjadi komoditas utama. Kini jeruk menggeser posisi itu. Kulit kering buah ini bisa menjadi bahan dasar minuman keras Curacao yang terkenal.
Dari Berbagai Sumber
















