Nasional

Bupati Ajak Mahfud MD ke Pasar Van Der Cappellen

Tanah Datar, Prokabar – Bupati Irdinansyah Tarmizi ajak Mahfud MD serta ratusan peserta Konferensi Nasional ke-5 Hukum Tata Negara mengunjungi Pasar Van Der Cappellen, Minggu pagi (11/11).

Selain ke pasar digital tersebut, seluruh undangan juga dapat berkunjung ke beberapa objek wisata di Tanah Datar diantaranya, Istano Basa Pagaruyung, Nagari Tuo Pariangan sebagai Desa Terindah di dunia, Pacu Jawi, Batu Angkek-angkek.

Bupati juga mengatakan Kabupaten Tanah Datar kaya akan potensi wisata budaya, sejarah, atraksi seni, pesona alam dan juga kuliner tradisional yang khas.

Di hadapan sekitar 300 orang peserta yang terdiri dari para akademisi, penggiat masyarakat sipil, peneliti, perwakilan organisasi pemerintah dan non-pemerintah dalam dan luar negeri, mahasiswa dan lainnya ini Irdinansyah menyebutkan jika pasar Van Der Capellen adalah destinasi baru yang patut untuk dikunjungi.

“Jika ingin memanjakan selera mari ke pasar Van Der Capellen, karena disana banyak penganan tradisional asli Luak Nan Tuo, disamping itu para penjualnya juga berpakaian tradisional. Tidak jauh dari hotel, sambil jalan pagi dan usai berolahraga silahkan mampir kesana, karena pasar ini hanya di hari Minggu dan menjelang siang sudah tutup, rugi rasanya jika sudah datang ke Tanah Datar tapi tak mampir ke pasar Van Der Capellen ini,” ujar Irdinansyah.

Bupati juga mnjelaskan keunikan atraksi seni pacu jawi yang sudah mendunia, dan ditahun ini pacu jawi dinyatakan sebagai aksi terpopuler Indonesia tahun 2018 dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Sementara itu, Prof. Dr. Mahfud MD pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Tanah Datar yang telah memfasilitasi dan panitia penyelenggaran yang mengangkat acara tersebut. Mahfud berharap acara di Batusangkar harus sukses dan berjalan dengan baik dan dapat melahirkan pemikiran-pemikiran baru tentang pemilu kedepan.

Terkait topik yang diangkat Dia sampaikan tiga kunci yang menjadi pokok bahasan yaitu, kedaulatan rakyat, pemilihan umum dan hukum tata negara.

“Karena kalau kunci tentu sedikit, namun dalam forum konferensi nanti tentu akan dijabarkan dan akan menjadi luas,” katanya.

Tentang kedaulatan rakyat di Indonesia Ia sebut, hanya lima menit saja, jika dilihat dari pemilu yang sekali lima tahun, jadi rakyat menggunakan hak pilihnya sekitar lima menit saat pencoblosan, habis itu pemilih kehilangan kontak dengan wakilnya ucap mantan Anggota Komisi III DPR RI (2004-2006) tersebut.

Pakar Hukum Tata Negara asal Madura ini berharap agar wakil-wakil rakyat yang dipilih peduli dengan kedaulatan dan kepentingan rakyat sehingga hak-hak rakyat terlindungi, apalagi itu hal-hal yang berkaitan dengan dunia internasional.

Sementara itu, Rektor Unand Prof. Tafdil Husni menyebut KNHTN 5 dan Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin merupakam agenda ilmiah tahunan dan topik yang diangkat sangat relevan dengan pemilu, yaitu “Tantangan Menjaga Daulat Rakyat dalam Pemilihan Umum”.

“Agenda ini tidak hanya menjadi wadah pertemuan rutin pemangku kepentingan, ilmuwan hukum dan politik semata, tetapi juga menjadi momen pemberian apresiasi kepada tokoh yang telah berkontribusi besar terhadap perkembangan hukum dan demokrasi di Indonesia,” ucapnya. (eym)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top