Bunga Krisan, Kritik untuk Agrowisata Payo

Penulis -

Kamis, 20 Januari 2022 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bunga Krisan

Bunga Krisan

Prokabar.com, Opini – Keindahannya begitu manis. siapa yang tak mau duduk di sampingnya. Menatap senja dengan rona dan warna-warni bunga Krisan.

Apalagi kalau musimnya bersemi, warna apa yang tak ada. Krisan memang tiada duanya. Itulah mengapa Krisan begitu indah di Cipanas yang memiliki suhu sejuk.

Bagi pecinta keindahan Krisan di Sumatera Barat, tak perlu jauh ke Cipanas hanya untuk mengopi dan berfoto bersama keluarga.

Di Kota Solok, tepatnya di Agrowisata Payo, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, bunga ini juga bersemi.

Meski jalur menuju lokasi ini sedikit sulit, tapi bakal terbayar oleh keindahan bunga Krisan.

Sampai di sini sudah cukup memuji Krisan yang betul-betul layak mendapat pujian.

Kini, saat mengkritik, semoga kritikan ini membangun dan memajukan Agrowisata Payo, Kota Solok.

Agrowisata ini sangat menarik. Menarik untuk dikritik.

Pertama, posisi Agrowisata yang tinggi sangatlah baik untuk menenam bunga Krisan. Tapi jalur untuk sampai ke lokasi ini cukup ekstreem.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Pengunjung harus mendaki tanjakan tinggi dengan tikungan yang tajam. Kondisi jalanan ini bakal menyulitkan saat Agrowisata benar-benar terkenal.

Andai Agrowisata tersebut  ramai, maka akan sangat sulit bagi pengunjung berlalu-lintas.

Meskipun jalanan sudah diaspal, tentu belum cukup aman bagi pengendara, terutama mobil.

Kedua, di Agrowisata ini terdapat bangunan dari besi, menjulang tinggi sekitar 10 meteran.

Bangunan ini berfungi untuk pengunjung yang ingin memandang Kota Solok dari atas.

Pemandangan dari atas tentu akan memperlihatkan Kota Solok lebih indah, sebab itulah nilai dari sudut pandang Bird Eye. 

Sayangnya, bangunan ini tak begitu kokoh. Pernah suatu malam saya duduk di puncak gedung ini. Posisinya memang terkesan kuat. Tapi saat naik goyangannya cukup terasa.

Bangunan ini bakal berbahaya bila pengunjung banyak menaikinya. Semoga saja bangunan ini kokoh.

Ketiga, merek Agrowisata tepat berada di depan pintu masuk taman bunga Krisan.

Sebenarnya bangunan tinggi menjulang itu tak begitu penting. Cukup merek Agrowisata Payo ini pindah dari posisinya.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Kenapa merek ini perlu hilang?

Merek ini menghalangi sudut pandang yang indah bagi pengunjung yang datang. Di samping Merek ada saung-saung tempat berduaan atau bisa juga bersama keluarga.

Dari saung ini begitu indah pemandangan ke bawah, apalagi kalau bunga Krisan mengelilingi saung-saung ini.

Keempat, buah tangan bagi pengunjung.

Buah tangan begitu penting sebagai tanda pengunjung sudah pernah datang ke Agrowisata Payo.

Sayangnya pengunjung yang datang malah disuguhi bunga Krisan.

Perlu diketahui, wilayah wisatawan di sekitar Solok termasuk daerah Tropis. Masyarakat Padang paling banyak datang ke Solok ini untuk berwisata.

Geser sedikit ada Sijunjung, Dharmasraya, dan sebagainya.

Memang ada di beberapa wilayah daerah yang disebutkan ini suhunya cukup bagus untuk menanam bunga Krisan. Tapi penduduknya tak sebanyak penduduk di daerah panas.

Menjual bunga berjuluk Seruni ini sebagai oleh-oleh memang bagus. Di beberapa daerah, bunga Krisan menyumbang PAD yang cukup besar dari segi Holtikultura. Tapi bakal buruk jika bunga Krisan dari Solok dibawa ke Padang yang panasnya kerontang.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sebagai pengetahuan, bunga Krisan ini memang bisa hidup di suhu yang panas seperti Padang. Tapi kualitasnya tentu tak sebagus di Solok yang memiliki ketinggian di atas 1000 Meter di atas permukaan laut.

Warna bunga Krisan di suhu yang panas akan lebih memudar. Tingginya lebih rendah daripada tinggi bunga Krisan di daerah dengan suhu 21 derajat.

Nahasnya, bunga ini lebih cepat mati jika lokasi tanamnya panas. Kecuali, pembeli dari Padang membuat tempat khusus yang bisa mengatur suhu.

Penjualan bunga bernama latin Chrysanthemum pada pengunjung dari wilayah dengan suhu panas bakal memperburuk citra dari Agrowisata.

Saran saja, brand yang baik bermula dari penawaran yang baik pula.

 

Penulis; Aidina Fitra

Magister Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

 

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB