Aceh, Prokabar – Sebuah truk, kelelahan membawa genset seberat hampir 3 ton, dengan kapasita 66 ribu watt. Truk itu, meraung menembus jalur darat yang penuh lumpur dan longsor di banyak titik. Beberapa petugas PLN Aceh menyertai truk yang kotor oleh lumpur itu. Akhirnya, kendaraan itu sampai di RSUD Muda Setia, Karang Baru, Aceh Tamiang.
“Genset..genset…” kata beberapa petugas di rumah sakit yang bergela-gelap dalam sepekan ini. Tak lama kemudian, Listrik menyala kembali di RSUD itu. Ini, Kamis (04/12/2025), hari yang baik. Sehari kemudian, merebut Magrib, listrik di daerah bencana Agam, Sumbar juga pulih. Di daerah lain di provinsi itu layanan juga pulih.
PLN perusahaan BUMN, tidak sedang sendirian berjibaku di tengah bencana banjir besar dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera, Daerah Istimewa Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Setidaknya ada 50-an BUMN yang terjun ke Lokasi bencana hari-hari pertama. Yang mendrop alat-alat berat, BUMN karya seperti Hutama Karya dan Nindya Karya, logistik PT Pos Indonesia, menyampai kata, kabar dan kisah-kisah tentang bencana serta harapan, Telkom/Telkomsel.
Bencana alam banjir besar dan tanah longsor di Sumatera, kemudian penangananya menjadi “priorias nasional.” Presiden Prabowo mengunjungi ketiga provinsi dan bertemu dengan ribuan korban. Solidaris sesama anak bangsa mengalir bagai banjir itu pula. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria mengadakan rapat khusus dengan para direksi BUMN di Bandara Minangkabau, Padang, (01/12/2025), beberapa jam sebelum Presiden Prabowo bertemu korban banjir. Rapat itu, untuk mencek bantuan apa saja yang sudah dilakukan dan diberikan pada korban bencana di Sumatera.
“BUMN milik rakyat,” kata Presiden berkali-kali. Ketika rakyat ditimpa musibah, saat itulah tanpa diperintah BUMN hadir di tengah duka. Hutama Karya misalnya, menggerakkan alat berat guna membuang lumpur di jalan, di perumahan yang tertimbun. Seorang petugas Pertamina, memikul jergen berisi BBM. Problem utama saat musibah karena jalan yang putus, sarana dan prasarana terkepung banjir, tertimbun atau malah hanyut, tak lain, BBM habis, air bersih sudah tidak ada dan komunakasi putus. Untuk hal urgen itulah, BUMN bergegas ke lapangan, dalam diam.
Tak hanya itu, namun juga mengantarkan makanan, pakaian, kebutuhan kesehatan, makanan bayi, keperluan ibu-ibu, lansia dan membuat posko hangat. Juga perbuatan kemanusiaan dan senyum tulus. Pegawai Pertamina yang memikul gerigen itu, salah satu contohnya. Banyak lagi yang lain, berlayar di perahu penuh muatan, ke sebarang mengantarkan kebutuhan korban bencana. BUMN takkan berhanti pada bantuan darurat, namun akan terus hadir saat rehab rekon dan recovery, pemulihan ekonomi warga terdampak.
BUMN yang bergerak cepat di hari-hari pertama antara lain, Bank Mandiri, BTN, BSI, PLN, Brantas Adipraya, Pertamina, BRI, Angkasa Pura, Hutama Karya dan Pegadaian. Kemudian juga PGN, Taspen, Telkom, Semen Padang, Indonesia Asahan Aluminium, Waskita Karya, Bukit Asam, Pelni, Asuransi Jasa Indonesia, KAI, Pertamina Lubricants Pelabuhan Indonesia II dan Bio Farma. Berikut, Mineral Industri Indonesia, Kilang Pertamina Internasional, Indonesia Finacial Group, Antam, Pertamina Hulu Eenergi, Bank Negara Indonesia, Integrasi Aviasi Solusi , Surveyor Indonesia. Belum selesai sampai di sana, ada PT Sucofindo, Aviasi Pariwisata Indonesia, Adhi Karya, Pertamina, Taman Wisata Candi Borobudur Prambanandan Ratu Boko, Pelabuhan Indonesia, Pos Indonesia, Kimia Farma, Perkebunan Indonesia IV, Jaminan Kredit Indonesia, Dahana, Len Industri, Rajawali Nusantara Indonesia. Kemudian Perusahaan Perdagangan Indonesia, Berdikari, PT Garam dan Perikanan Nusantara. Pada hari-hari berikut, BUMN lain muncul di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Pertamina tiba di Aceh Tamiang membawa air bersih, warga bersuka cita, bukan hanya antre mengambil air untuk minum, tapi mereka juga mandi. “Sudah delapan hari tidak mandi, Pak,”kata seorang warga sehabis menyiram badannya dengan air sesejuk hatinya sendiri. Hilang sesaat duka lara.
Perusahaan yang sama bergegas memasokBBM untuk pemulihan Listrik di Tanah Rencong itu. Para awak Elnusana, meninggalkan anak dan istri di rumah, lalu menginjak gas truk berisi BBM untuk diantar ke tempat-tempat nan jauh, dengan lambaian dari rumahnya. Sebelumnya PT Timah mengirim tim emergency ke titik yang terpayag di Sumatera.
Ketika rumah sudah ada, maka korban bencana akan tinggal di pengungsian. Dimanapun, mereka memerlukan iistrik dan apalagi air bersih, maka bantuan diantar sepenuh hati. Jalan putus, terisoliasi, Gerak bantuan tidak boleh berhenti. Hal yang sangat humanis, membesarkan hati, BUMN tidak sendirian, tapi bagian dari rantai Panjang soludaritas. BNPB mencatat, betapa banyaknya bantuan mengalir. Pemerintah daerah telah pula mencatat, bantuan datang dari berbagai pihak. Juga sangat banyak dari rakyat Indonesia yang menolong rakyat yang sedang dilanda musibah. Para selebritis dan tokoh muda dan tua terkenal, terjun. Sebuah solidaritas yang tak terbeli.
“Kita harus memastikan, BUMN membantu maksimal, tidak boleh ada yang tidak bergerak,”kata COO Danantara Dony Oskaria, Minggu (7/12/205). Dan, itu terus terjadi. Luka akibat bencana di Sumatera belum pulih, namun listrik di RSUD Aceh Tamiang sudah menyala. Rumah sakir di Jalan Keseatan No 1, Karang Baru, Aceh Tamiang itu, tampak terang, setiap malam sejak Kamis lalu. Yang lebih penting, pelayanan kesehatan, tidak terhambat lagi. (*)
















