Kesehatan

Bio Farma Bantah Vaksin Covid-19 Produksinya Kadarluarsa


Kementerian Kesehatan melalui Juru Bicara Vaksin COVID-19 Siti Nadia Tarmizi menegaskan vaksin COVID-19 Bio Farma tidak kedaluwarsa.

Dibaca : 151

Jakarta, Prokabar — Kementerian Kesehatan melalui Juru Bicara Vaksin COVID-19 Siti Nadia Tarmizi menegaskan vaksin COVID-19 Bio Farma tidak kedaluwarsa.

Kebenarannya adalah vaksin tahap pertama yang akan berakhir masa simpan atau umur simpannya di akhir Maret mendatang.

Vaksin tersebut adalah yang tiba pada periode pertama dari rangkaian kedatangan vaksin Sinovac di Indonesia.

Sebanyak 3 juta dosis, terdiri dari 1.2 juta dosis awal Desember 2020 dan 1.8 juta dosis di akhir Desember.

Baca Juga:

Seluruh vaksin ini telah terdistribusi dan penggunaan tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik di seluruh Indonesia.

“Semuanya saat ini sudah tidak adalagi di fasilitas layanan kesehatan. Sudah habis saat vaksinasi untuk tenaga kesehatan dan sebagian petugas pelayanan publik di minggu ketiga Februari lalu,” kata Siti Nadia Tarmizi pada jumpa pers secara virtual di Jakarta, kemarin (16/3). 

Nadia menegaskan seluruh vaksin yang telah tiba di Indonesia adalah jenis baru sehingga masa simpannya sesuai dengan data dan aturan yang berlaku. 

Nadia memastikan Kementerian Kesehatan selalu mengikuti keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca Juga Milenialisme.com

Kementerian Kesehatan juga menjaga agar penggunaan vaksin Sinovac atau CoronaVac daam rentang masa simpan sesuai engan ketentuan BPOM. 

“Hingga saat ini, vaksin masih sesuai dengan penggunaannya,” tegasnya.

Penggunaan vaksin COVID-19 saat ini adalah produksi Sinovac  dalam bentuk setengah jadi.

Tahap selanjutnya Bio Farma memproses ntuk siap pakai.

Dengan proses ini, tutup Nadia, masa simpan vaksin akan lebih lama.

“Karena kita ketahui vaksin ini baru diproduksi akhir Februari. Jadi dipastikan masa simpannya akan cukup panjang,” kata Nadia. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top