Bincang Santai Dengan PM Malaysia

Penulis -

Jumat, 12 November 2021 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi menerima kunjungan Perdana Menteri Malaysia Sri Ismail Sabri Yaacob di Istana Bogor, Rabu (10/11).

Sri Ismail adalah PM Malaysia yang baru belum tiga bulan memangku jabatan PM menggantikan PM Muhyiddin Yassin.

Lawatan pertama ke luar negeri PM Malaysia itu memilih Indonesia. Sehari sebelum bertemu Presiden Jokowi, PM Malaysia didampingi Menteri Keuangan Tengku Zafrul Tengku Azis dan Menteri Luar Negeri Syaifuddin Abdullah, bertemu 15 Pemimpin Redaksi media utama Indonesia untuk berbincang santai Selasa (9/11) sore di Ballroom Ritz Carlton Hotel, tempatnya dan rombongan menginap.

“Media massa mempunyai peranan penting dalam menjaga hubungan Malaysia dan Indonesia agar kedua-dua negara tetap harmonis dan jauh daripada konflik,” kata Sri Ismail kepada para pemred.

Sore itu ia baru tiba di Jakarta dan langsung mengalokasikan waktu bertemu wartawan. Pertemuan “diarange” oleh Iswami (Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia). Di Indonesia Iswami diketuai wartawan senior Asro Kamal Rokan. Iswami didirikan sejumlah wartawan Indonesia – Malaysia untuk berperan menjembatani supaya konflik pemerintah dua negara serumpun soal Pulau Sipadan dan Ligitan tempo hari tidak memanas. Pendirinya di Indonesia, antara lain Ketua Umum PWI Tarman Azzam (alm) Pimpinan Antara Saiful Hadi ( almarhum), Sem Haesy, Asro Kamal Rokan, dan Ilham Bintang. Dari Malaysia, antara lain Tan Sri Johan Jaaffar, Dt Chamil Wirya, dan Dt Zulkifli Salleh.

“Karena kepentingan itu, maka saya meluangkan masa bertemu dengan pemimpin redaksi media massa Indonesia dan Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI), di Jakarta,” ungkap Ismail.

Menurut mantan pimpinan oposisi di Malasya itu, isu yang timbul juga perlu diselesaikan secara kkeluargaan. “Saya yakin hubungan silaturrahim yang telah lama terjalin ini akan terus berkekalan dengan kesepakatan media kedua-dua negara,” sambungnya saat menjamu 15 pemimpin redaksi. Mereka : Ilham Bintang (Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat), Sem Haesy (Budayawan), dan Arifin Asydhad (Ketua Forum Pemred).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Pemred lainnya, Sutta Dharmasaputra (Kompas), Rosiana Silalahi (KompasTV), Titin Rosmari (CNN Indonesia), Arief Suditomo (MetroTV), Lalu Mara Satriawangsa (TVOne), Almukarom Irfan Republika (Republika), Ahmad Munir (Antara), Yadi Hendriana (Sindo), Iwan Kurniawan (Tempo), Rita Uli (detikcom), dan Asro Kamal Rokan sebagai Ketua Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia-Indonesia (ISWAMI).

Suasana bincang sore itu berlangsung santai, diwarnai “demo” berbalas pantun antara Asro Kamal Rokan dan Sri Ismail.

Sri Ismail –kelahiran 18 Januari 1960 — dikenal sebagai politikus senior di Malaysia.

Dilansir Wikipedia, karir awal Sri Ismail adalah pengacara di tahun 80-an. Baru tahun 90 an ia berkiprah di dunia politik dan dipercaya menjadi anggota dewan Kota Temerloh pada tahun 1996. Sri Ismail pernah menjadi Ketua Bidang Gerakan Pemuda, Wakil Ketua Bidang pada 2001, dan menjadi Kepala Bidang Temerloh UMNO pada 2004. Jabatan yang disebut terakhir membuat namanya di dunia politik amat tersohor, hingga akhirnya ditunjuk sebagai Perdana Menteri Malaysia, menggantikan Muhyiddin Yassin yang mengundurkan diri.

Sri Ismail menjabat PM setelah Raja Malaysia bertemu dengan raja-raja Melayu di Kuala Lumpur, 20 Agustus 2021. Namun, ia tidak dapat hadir secara fisik pada waktu upacara pelantikannya, 30 Agustus. Ia masih menjalani masa karantina mandiri setelah dinyatakan ada kontak dekat dengan pasien Covid-19.

Empat topik

Ada empat topik yang dibicarakan Jokowi dengan PM baru Malaysia tersebut. Pertama, soal pentingnya kerja sama perlindungan warga Indonesia yang ada di Malaysia. MoU perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia dapat diselesaikan,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan usai pertemuan Rabu.

Topik kedua, soal negosiasi batas negara. Mulai dari batas darat dan batas laut. “Ini sudah agak lama progresnya, kita harap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, masalah ini dapat segera diselesaikan,” tambah Jokowi.

Ketiga, berkaitan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi, Jokowi mengatakan Indonesia dan Malaysia sudah sepakat untuk membuat “travel corridor arrangement”.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Nantinya, secara bertahap akan dibuka satu per satu pintu masuk di antara kedua negara.

“Awal ini mungkin kita mulakan lewat Kuala Lumpur-Jakarta-Kuala Lumpur, dan Kuala Lumpur-Bali-Kuala Lumpur. Jadi inshaallah segera dipercepatkan urusan detailnya. Saya sudah bersetuju supaya joint statement kita buat untuk kita mengumumkan pembukaan border antara Malaysia dengan Indonesia,” ujar Sri Ismail.

Keempat, isu kawasan. Mulai dari isu Myanmar, Laut Cina Selatan, dan lainnya. Presiden Jokowi mengaku senang dan berterima kasih atas kunjungan Sri Ismail ini. “Sebagai negara tetangga dekat dan bangsa serumpun, kita harus memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip yang saling menghormati dan saling menguntungkan,” kata Jokowi.

Di Malaysia Vaksin sudah 98 %

Menurut Sri Ismail 29 November pemerintah merencanakan membuka kembali pembatasan kunjungan internasional ke Malaysia. Indonesia, termasuk dalam prioritas itu.

Dalam kesempatan pertemuan sore itu, saya bertanya soal parameter yang digunakan Malaysia untuk membuka pembatasan kunjungan internasional. Sri Ismail menerangkan, salah satunya karena Vaksinasi dosis 1-2 sudah menjangkau 98 % populasi penduduk Malaysia. Malaysia kini bersiap untuk vaksinasi ketiga. Secara umum pandemi sudah mereda meski angka penularannya masih naik turun.

“Kasus positif belakangan hari ini yang terjangkit umumnya belum melakukan vaksin kedua, atau warga yang berusia lanjut yang memiliki komorbid. Secara umum kondisi Malaysia sudah relatif bagus. Secara tehnis, warga asing yang boleh masuk sesudah menjalani vaksi kedua di negaranya masing-masing. Sebelum kunjungan menjalani Swab PCR di negaranya. Begitu di Malaysia atau Indonesia wajib tes Swab PCR. Di bandara, itu hanya perlu waktu 3-4 jam untuk mengetahui hasilnya,” kata Sri Ismail. Terhadap mereka tidak diwajibkan karantina.

Menurut data, jumlah penduduk Malaysia yang terpapar Covid 19 per tanggal 9 November sebanyak 2,52 juta, yang meninggal dunia 29.427. Kasus terbaru per tanggal 9 November sebanyak 6321. Rata-rata dalam seminggu ini 5119 kasus. Populasi Malaysia 32,37 juta (2020). Sebagai perbandingan, Indonesia 272.229.372 jiwa ( Juni 2021). Yang terpapar Covid19, per tanggal 9 November, total : 4.25 juta, meninggal dunia 144 ribu jiwa. Kasus positif harian pertanggal 9 November 434 jiwa, atau dalam sepekan rata-rata 496 jiwa. Pada awal pembukaan Indonesia – Malaysia, akan dimulai antara Jakarta dan Kualalumpur. “Kota lain nanti kita lihat perkembangannya,“ ucap Sri Ismail.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Pertanyaan lain yang menggelitik PM Malaysia, datang dari Arifin Asydhad. Ketua Forum Pemred Indonesia itu menanyakan situasi politik di Malaysia dewasa ini.

“Hehehe Malaysia pun alami satu priode pemerintahan berganti tiga PM,” ucapnya. Yang dimaksud, adalah hasil Pilihan Raya (Pemilu) Malaysia tahun 2017 yang dimenangkan oleh Tun Mahathir. Di tengah jalan, PM tertua di dunia itu mengundurkan diri. Lalu diganti oleh Muhyiddin Yassin. Dan, Agustus lalu Yassin pun mengundurkan diri, digantikan oleh Ismail Sabri Yacoob.

“Saya pun tak tahu bagaimana satu dua bulan ke depan ini,“ ungkap PM baru itu santai. Sri Ismail jujur, pernyataan mosi tidak percaya terhadapnya memang masih terus disuarakan sebagian masyarakat di negeri jiran.

Serahkan buku

Saya merasa beruntung bertemu dengan PM Malaysia yang baru terpilih itu. Artinya, saya dapat kesempatan kembali berkenalan dan berbincang dengan tiga dari empat PM yang berganti dalam satu masa jabatan pemerintahan, seperti yang disebut Sri Ismail. Dan, ketiga-tiganya, diakhir pertemuan saya oleh-olehi buku reportase jurnalistik.

Buku terbaru “Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana”, penerbitan tahun 2020, saya serahkan di akhir pertemuan kemarin kepada Sri Ismail Yacoob. Kebetulan isinya, antara lain reportase jurnalistik di Malaysia beberapa waktu lalu. Termasuk hasil pertemuan dengan PM Najib Razak dan PM Mahathir Muhammad.

PM Ismail tanya: siapa yang menjadi cover buku itu? Itulah mendiang Nana, yang menyelesaikan studi strata satunya di Kualalumpur. Ia wafat karena kanker, tidak lama setelah melahirkan anak pertamanya. (rel)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB