Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Bedah Kekuatan Grup D Liga 2 2020: Panasnya Derby Sumatra, PSMS Medan Diunggulkan, Dimana Posisi Semen Padang FC?

Dibaca : 338

Padang, prokabar – PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah menggelar undian grup Liga 2 2020 secara virtual, pada Rabu (19/8) siang. Grup D jadi yang paling disorot. Semuanya sepakat, ini grup yang paling menjanjikan persaingan paling ketat. Label “Grup neraka” pun disematkan.

PSMS Medan selaku tuan rumah Grup D akan berjibaku dengan Sriwijaya FC, Semen Padang FC, Sulut United, Persijap Jepara, dan Persekat Tegal. Diyakini, persaingan grup ini akan berjalan panas dan sangat ketat, bahkan memunculkan emosi.

Pertama, mayoritas tim di Grup ini, seperti Semen Padang FC, PSMS, Sriwijaya FC, Sulut United, ataupubn Persijap Jepara sama-sama memiliki target promosi ke Liga 1 musim depan.

Kedua, Derbi Sumatera yang melibatkan PSMS Medan, Sriwijaya FC, dan Semen Padang, ini dipastikan pni bakal panas, pasalnya mantan tim Liga 1 ini sama-sama berisikan pemain-pemain yang punya jam terbang mumpuni, faktor gengsi, dan didukung konsisi keuangan yang stabil. Sulit memprediksi siapa yang bakal “selamat” dari grup ini

Walau begitu, tim lainnya seperti Sulut United, Persijap Jepara, dan Persekat Tegal, tak mau dianggap sebagai pelengkap atau jadi bulan-bulanan tiga tim unggulan. Ketiganya bisa saja jadi batu sandungan bagi tiga klub Sumatra yang notabene diunggulkan.

Berikut bedah kekuatan masing-masing tim dalam Grup D Liga 2 2020:

1. PSMS Medan
Sah-sah saja PSMS Medan menjadi tim paling diunggulkan. Selain faktor tuan rumah, tim berjulukan Ayam Kinantan itu juga memiliki materi pemain cukup mumpuni, apalagi setelah “belanja” yang wah saat libur pandemi.

PSMS baru saja mendatangkan dua pemain berlebel timnas Indonesia, Ferdinand Sinaga dan Paulo Sitanggang. Kedua pemain itu didatangkan dengan status pinjaman dan bisa menjadi pemain yang diandalkan Philip Hansen untuk membawa PSMS menjuarai Liga 2 2020.

Manajemen PSMS bahkan sesumbar bakal mendatangkan pemain bintang lainnya dalam lanjutan Liga 2 2020, yang namanya masih dirahasiakan. Belum lagi, Gubernur Sumatera Utara yang adalah mantan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, sangat mendukung PSMS kembali ke kompetisi elite.

Kalaupun dicari minusnya, barangkali faktor pelatih yang bisa menjadi celah bagi lawan. Philip Hansen, sang pelatih belum punya track record meyakinkan sebagai pelatih top. Belum lagi, dia harus menjadi nakhoda kapal sebesar dan semewah PSMS Medan yang sangat ambisius.

Sriwijaya FC
Sedari awal, Manajemen Sriwijaya FC tak mengubah target: juara dan promosi ke Liga 1 2021 adalah harga mati. Pandemi covid-19 dan masalah keuangan, tak mengurangi ambisi tim asal Palembang ini.

Salah satu yang menjadi catatan manajemen tim adalah faktor pelatih. Untuk itu pelatih langganan membawa promosi didatangkan. Tak main-main, pada awal musim ini, Manajemen Sriwijaya FC menunjuk Budiarjo Thalib sebagai nakhoda baru menggantikan posisi yang ditinggalkan Kas Hartadi.

seperti diketahui Budiardjo Thalib merupakan pelatih yang sukses membawa tim Persik Kediri juara Liga 2 2019 sekaligus promosi ke Liga 1 musim ini.

Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC, juga memiliki striker haus gol, Rudiyana. Mantan penyerang PSIM Yogyakarta itu jadi andalan Budiarjo di lini depan. Jelang pertandingan yang dimulai pada 17 Oktober 2020, Budiarjo meminta kepada Manajemen Persipura untuk menambah dua pemain eks-Liga 1.

Semen Padang FC
Semen Padang FC terlempar dari Liga 1. Mereka terdegradasi musim 2019 karena tak mampu bersaing pada kompetisi musim 2019. Sepertinya tim ini sudah capek monar-mandir dari liga 1 ke Liga 2.

Makanya, target Kabau Sirah pada musim ini tak lain adalah kembali ke kasta tertinggi. Untuk itu, salah satu metode yang dianggap ampuh menggapai ambisi itu, susunan pelatih tak berubah, yakni dikepalai asal Portugal, Eduardo Almeida.

Eduardo Almeida yang disebut-sebut salah satu pelatih termahal di Liga 2, tetap didampingi Weliansyah. Sayangnya, tim berjuluk Kabau Sirah itu ditinggalkan dua pemain andalannya, Irsyad Maulana dan Leo Guntara.

Kehilangan kedua pemain tersebut, Manajemen Semen Padang FC langsung merekrut mantan pemainnya dari Bhayangkara FC, Nur Iskandar dan Vendry Mofu. Diyakini, keduanya bisa menjadi andalan Aduardo Almeida dan menjadi sosok pemain senior yang menjadi panutan para pilar muda Semen Padang FC.

Ditambah pemain senior eks Liga 1 juga, Johanis Tjoe dan Gilang Ginarsa, membuat tongkrongan skuad Semen Padang Fc terlihat cukup menakutkan. Patut ditunggu bagimana racikan Eduardo Almeida, agar timnya bisa berbicara banyak.

Sulut United FC
Sulut United FC bisa dibilang merupakan tim kuda hitam. Walau begitu, tim asal Manado ini siap bersaing dan mematahkan dominasi tim-tim yang diunggulkan. Tim ini tak boleh dianggap remeh, terutama oleh trio sumatra.

Adapun Sulut United ditangani mantan pelatih Borneo FC, Ricky Nelson. Walau masih muda, Ricky punya sentuhan dingin. Tim yang sebelumnya ditangani Heri Kiswanto ini kiranya sangat patut diwapadai. Sebab, Sulut United memiliki materi pemain yang tak kalah apik.

Mahadirga Lasut (gelandang), Rosi Noprihanis (winger), dan Busari (belakang), adalah tiga mantan pemain PSS Sleman yang saat ini memperkuat Sulut United. Belum lagi ditambah dengan dua pemain yang pernah berseragam Kalteng Putera, I Made Wirahadi dan Elthon Tonci Maran.

Persijap Jepara
Mengusung label Juara Liga 3 2019, Persijap sangat patut diwaspadai. Tim bermarkas di Stadion Gelora Bumi Kartini ini tampil di Liga 2 2020 dengan semangat berlebih.

Referensinya adalah mengikuti jejak Persik Kediri musim lalu, mengawinkan gelar Liga 3 dan Liga 2. Namun demikian, fakta berhadapan dengan tim-tim matang eks Liga seperti PSMS Medan dan Sriwijaya FC, dan Semen Padang FC, bisa menjadi penghalang mimpi indah Persijap.

Untungnya manajemen tim cukup realistis, tak langsung mengumbar ambisi langsung melangkah ke Liga 1 2021. Terpenting, musim ini dapat bersaing dan tidak kembali turun kasta.

Dari komposisi pemain, pelatih Widyantoro memadukan antara pemain muda dan senior. Adapun pemain andalan Persijap adalah Asri Akbar, eks-gelandang Persita. Musim lalu Asri Akbar sukses membawa Pendekar Cisadane, julukan Persita, promosi ke Liga 1 dan sukses pula mengantarkan Persija juara pada Liga 1 2018.

Persekat Tegal
Persekat Tegal merupakan tim yang tak patut untuk diremehkan. Masuk dalam grup neraka, diyakini bakal membuat pasukan Persekat termotivasi. Persekat Tegal saat ini ditangani pelatih yang sudah cukup senior, Nazal Mustofa.

Sebelum ini Nazal melatih Persibas Banyumas dan sempat menangani Persik. Untuk materi pemain, Persekat diperkuat bek kawakan yang pernah memperkuat Persija Jakarta, Sriwijaya FC, dan Barito Putera, yakni Muhammad Roby.

Tak bisa dimungkiri, Persekat menjadi tim yang tak paling diperhitungkan. Walau begitu, Persekat tak berkecil hati bakal jadi bulan-bulanan lawan. Satu yang pasti, Persekat ingin menjadi tim yang mengejutkan. Walau PSMS, Sriwijaya FC, dan Semen Padang FC diunggulkan, Persekat bisa mendrobrak.(*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top