Maninjau, Prokabar.com – Banjir bandang dan pohon tumbang kembali melanda wilayah Kecamatan Tanjung Raya, Rabu (26/11) hingga Kamis pagi ini (27/11). Curah hujan dan badai masih terjadi memicu bencana terus terjadi di sejumlah wilayah.
Kapolsek Tanjung Raya, AKP Muzakar mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat dan pantauan langsung ke lokasi, banjir atau luapan air sungai terjadi di beberapa titik di Nagari Bayua. Sepanjang akses jalan Maninjau menuju Lubuk Basung tergenang banjir dari kedalaman lutut kaki orang dewasa hingga 1 meter.
Seperti di Jorong Sungai Rangeh atas SD 04 Bayur, di Jorong Jalan Batuang. Banjir di Sungai Rangeh, air memasuki rumah warga.
Luapan air sungai juga masuk ke dalam Aula Kantor Walinagari Bayur. Air membawa material batu dan kayu di Banda Sawah Rang Salayan dan Kapalo Koto. Banjir bandang juga melanda di Lurah dan Pincuran Gadang, Jorong Sawah Rang Salayan.
“Selain puluhan rumah warga terdampak, ratusan hektar sawah dan kolam pembibitan ikan juga hancur. Tertimbun material banjir bandang,” ungkap Camat Tanjung Raya, Al Hafizd.
Sementara itu, Walijorong Tanjung Sani, Mayulis mengatakan, di Jorong Tanjung Sani Nagari Sungai Batang terdapat satu unit rumah terdampak banjir dan mengungsi. Tiga orang warga mengungsi ke tempat lebih aman. Atas nama Nubaiti, Dede Fernando dan Deni Marza.
Lahan pesawahan dan kolam ikan yang terdampak parah. Sekitar 12 hektar sawah dan kolam bibit ikan tertimbun longsor.
“Kebutuhan bantuan yang mendesak adalah alat berat lowder mini untuk membersihkan material yang menimbun Batang Aie. Lebih kurang sepanjang 20 meter terjadi pendangkalan kerekel dari aliran perbukitan. Pendangkalan dan penyempitan di sepanjang Batang Aie lebih kurang 1.800 meter membahayakan rumah warga yang berada sekitar sungai,” ujarnya. (rud)
















