Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Bahas Rapimnas LDII 2020, Menteri Agama Ajak LDII Wujudkan Moderasi Beragama

Dibaca : 359

Jakarta, Prokabar – Menteri Agama RI Jenderal (Purn) Fachrul Razi mengajak Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk mewujudkan moderasi beragama untuk menciptakan Indonesia yang kondusif dan maju.

Hal ini disampaikannya saat menerima pengurus DPP LDII yang melaporkan persiapan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII yang akan digelar secara daring pada 19-20 Agustus 2020
Ia mengatakab membina umat adalah kewajiban bersama.

“Maju mundurnya Indonesia pun sangat ditentukan oleh umat Islam karena merupakan  umat terbesar di Indonesia,” ujar Fachrul Razi.

Untuk itu, lanjutnta moderasi dalam kehidupan beragama sangat diperlukan agar tercipta Indonesia yang kondusif dan maju.

Ia menilai moderasi beragama sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah.

“Kami mengajak kawan-kawan agar moderat, bukan dalam agamanya. Namun cara berhubungan dengan teman-teman yang berbeda agama, atau agama yang sama namun pandangannya berbeda.  Saya dengan senang hati akan membuka rapimnas LDII,” ujarnya.

Fachrul Razi juga meminta LDII untuk berpartisipasi dalam program pemerintah untuk meningkatkan jembatan kesetiakawanan antar masyarakat.

Contohnya, dirinya ingin meningkatkan kerukunan umat beragama dan Pendidikan di Papua. Rata rata pendidikan masyarakat di sana hanya sebatas tamatan SD sampai SMP, sementara yang maju adalah pendatang.

“Kami juga akan memberikan pembekalan kepada para penceramah agama khususnya di Papua, namun karena pandemi Covid-19, rencana kami tertunda dan terpenting ceramahnya itu mengutamakan keindonesiaan. Saya senang jika LDII menjadi bagian dari program ini,” ujar Fachrul Razi.

Kementerian Agama juga akan mengundang LDII dalam program juru dakwah atau da’i bersertifikat.

Rombongan DPP LDII disambut langsung oleh Fachrul Razi didampingi oleh Dirjen Bimas Islam, Prof. Kamaruddin Amin, Sesdirjen Bimas Islam Taher, dan Sesmenag Khoirul Huda Basyir.

Sementara Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso mengatakan Rapat Pimpinan Nasional LDII 2020 untuk memilih pelaksana tugas (Plt) ketua umum yang sedang kosong, usai Prof Abdullah Syam meninggal dunia pada Juli lalu.

Plt ketua umum nantinya akan diberi amanah untuk menggelar musyawarah nasional (Munas) dan melanjutkan program kerja DPP LDII sebelum munas.

Ia memaparkan kesiapan Rapimnas, yang sangat strategis bagi LDII, “Keberlanjutan program LDII dalam membantu pemerintah dan kemajuan umat Islam, menjadi perhatian LDII dalam Rapimnas,” ujar Chriswanto.

Menurut Chriswanto, pada tahun depan, DPP LDII akan mempersiapkan Musyawarah Nasional (Munas). Di samping itu, pejabat ketua umum yang akan terpilih mendapat kewenangan untuk bertindak atas nama organisasi secara penuh.

“Pada momen ini banyak muswil di daerah-daerah yang membutuhkan tanda tangan pejabat ketua umum yang legal. Kami sebelumnya mengundang Kementerian Kesehatan dalam webinar Ponpes Sehat. Dari webinar itu, kami dipandu soal protokol kesehatan untuk melaksakan rapimnas,” ujarnya.

Rapimnas ini akan dilaksanakan secara online sesuai protokol kesehatan. Akan ada 482 titik secara yang mengikuti Rapimnas secara online.

“Satu titik ada 5 sampai 10 orang,” ujar Chriswanto.

Menurutnya, Rapimnas LDII dihadiri kurang lebih akan dihadiri 34 DPW Provinsi dan 456 DPD kabupaten kota, dengan total peserta 2.500 orang.

Chriswanto Santoso memberitahu jika tema rapimnas kali ini, “Kontribusi Berkelanjutan LDII untuk Indonesia Bangkit dan Maju” merupakan tindak lanjut hasil dari Rakernas LDII tahun 2018, yang menghasilkan program kerja delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa,

“Bidang itu adalah Kebangsaan, Pendidikan umum, Pendidikan agama, Teknologi dan kecerdasan buatan, Kesehatan Herbal, Ekonomi Syariah, Pertanian dan lingkungan hidup, dan energi terbarukan,” ujar Chriswanto.

Dalam pendidikan agama, dakwah LDII tak hanya kepada masyarakat umumnya, namun juha menyentuh masyarakat marjinal seperti dakwah di penjara Nusakambangan dan Enrekang, serta masyarakat lain di daerah perbatasan, masyarakat penyandang kusta, dan pengajian tuna rungu.

“Di bidang pendidikan umum LDII membangun platform pondok karakter. Kami menekankan pembangunan moral,” ujarnya.

Rapimnas LDII
Ketua DPW LDII Sumatera Barat M Ari Sultoni mengatakan ada 90 pengurus di tingkat DPW LDII Sumbar, Kota dan Kabupaten yang akan mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

Ia mengatakan ada pengurus LDII di 16 kota dan kabupaten di Sumbar mulai dari Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Sawahlunto, Kota Bukittinggi, Kota Solok dan Kota Payakumbuh.

Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung, Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Pasaman Barat, Tanah Datar dan  Padang Pariaman.

“Setiap DPD Kota dan Kabupaten ada lima pengurus yang mengikuti dan untuk DPW 10 orang. Dalam pelaksanaan kita gelar dengan mengedepankan protokol COVID-19,” kata Panitera Muda PN Padang ini.(*/mbb)

 


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top