Antisipasi Dampak Lahar Merapi, BPBD Imbau Warga Jauhi Aliran Sungai

Penulis -

Sabtu, 9 November 2019 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, DIY, Prokabar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Slemanmengimbau warga menjauhi daerah aliran sungai sebagai langkah antisipasi potensi terjadinya banjir lahar hujan setelah Gunung Merapi memuntahkan awan panas pada Sabtu pagi.

“Kalau hujan, kami imbau jangan ada yang berada di aliran sungai,” kataKepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Sabtu.

Kendati demikian, menurut perkiraan Makwan, kalaupun terjadi banjir lahar hujan kemungkinan tidak akan mencapai daerah bawah gunung.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Saat ini material vulkanis masih berada di sekitar puncak. Hujan jarang terjadi di puncak, hujan sering lereng Merapi,” katanya.

“Jika terjadi banjir lahar hujan, tidak akan terlalu membahayakan pemukiman penduduk, karena saat ini kedalaman sungai yang berada di lereng Merapi sangat dalam,” katanya.

Sungai Gendolmisalnya,palungnya dalam karena sudah ditambang sehingga saat terjadi lahar hujan, material vulkanik yang terbawa air akan mengisi bekas galian tambang terlebih dahulu.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Banjir lahar hujan diprediksi tidak akan sampai ke daerah bawah. Apalagi material vulkanik yang dilontarkan Merapi tidak sebanyak seperti erupsi Merapi 2010,” katanya.

Ia menambahkan, Sabo dam penahan banjir juga banyak dan kapasitasnya besar. “Jadi potensi membahayakan pemukiman penduduk kecil,” katanya.

Gunung Merapi di Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 9 November 2019 pukul 06.21 WIB memunculkan awan panas dengan kolom letusan terpantau setinggi 1.500 meter dari puncak condong ke arah barat.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Komandan SAR DIY Brotoseno pada peringatan sembilan tahun erupsi Merapi 2010 beberapa waktu lalu mengatakan seluruh relawan SAR Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini menganggap status Merapi sudah pada level Awas dan siaga turun sewaktu-waktu ada gejolak di Merapi.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB