Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Antara Jokowi, Prabowo dan Gatot

Foto : Jokowi (net)
Dibaca : 428

Jakarta, Prokabar – Jokowi sedang jadi presiden. Mesinnya sudah panas bahkan sedang melaju. Prabowo bagai kuda pacuan nan hebat, dulu kalah karena “kapal” tak masuk pelabuhan. Kini ada orang baru, berbintang di pundaknya, bekas Panglima TNI, Gatot Nurmantyo.

Berpacu di ladang suara, jika mau. Kata orang, Jokowi akan menang karena elektabilatasnya di atas kedua calon kandidat. Kata yang lain “ganti presiden,” karena berat ke China. Bangsa ini sejak lama memang punya jejak kurang baik dengan China. Apakah itu terkait turbelensi 1965, pemberontakan itu atau karena inlander, kompeni dan kaki tangannya.

Jokowi yang sedang di tangga kekuasaan tinggal melangkah. Ia sudah di depan, angin-anginnya memang seperti itu. Jokowi tak sendirian, ada Prabowo yang kuat. Pria bersafari saku empat ini mulai meradang. Tiga tahun mendukung Jokowi,  tiba waktunya ia mengeritik, sekaligus menaikan elektabilitas. Jika Prabowo menang, enak juga sepertinya. Pendukungnya sekarang mau mencoba hal itu.

Ada baiknya Gatot membidik sumbu tengah. Ia bisa melaju bagai kuda hitam, tapi tak sehitam gelap malam. Gatot punya basis hijau ala orba dulu. Basis hijau itu tak lain umat Islam yang sudah lama gerah, terutama sejak kasus Ahok. Ikonnya bisa Habib Rizieq bisa tidak.

Gatot yang memang sudah mempersiapkan diri untuk maju ada baiknya merapat ke Prabowo agar partai Gerindra diberikan padanya. Maju sendiri cari pasangan. Atau menuruti skenario PSI yang meletakkan dia sebagai cawapres. Sepertinya Jokowi mau dan juga mau bersama pengusaha Chairul Tadjung.

Apapun yang pasti Jokowi berusaha untuk dua periode tak peduli seburuk apapun atau sebaik apapun ekonomi bangsa ini sekarang. Maka jangan heran, Jokowi mau berbaju kaos, naik motor atau beli sepatu di mall. Presiden kita ini sedang membranding dirinya.

Branding yang tersusun baik justru dilakukan tentara anak mantan presiden. Namanya Agus Harimurti Yudhoyono alis AHY yang juga mau jadi presiden seperti ayahnya. AHY sedemikian gencarnya membranding dirinya. Sebagai anak presiden kelak ia tampak-tampaknya bisa jadi presiden pula.

Maka Indonesia, akan kembali ke pusaran politik, di tengah kehidupan yang menurut rakyat masih susah. Susah hati, sudah jiwa, sudah ekonomi. Maka zaman now adalah era dimana kita kembali mencoba kehebatan politik dan demokrasi. Cincailah (nrs)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top