Andre Rosiade Dorong Pansus Predatory Pricing Semen Tiongkok

Penulis -

Rabu, 13 November 2019 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendorong pembentukan panitia khusus (Pansus) industri semen. Pembentukan Pansus ini untuk menyelidiki dugaan praktek jual rugi (predatory pricing) semen Tiongkok di Indonesia.

Andre mengatakan, praktek jual rugi semen Tiongkok seolah-olah menguntungkan konsumen dalam jangka pendek karena murahnya harga semen. Namun, lanjut dia, dalam jangka panjang praktek ini akan mematikan industri semen dalam negeri. Praktek ini melanggar pasal 20 UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang aktivitas jual rugi.

“Saya sebut saja semen Conch asal Tiongkok. Dia jual semen di bawah harga pasaran. Semen Tarjun Indocement di Kalimantan Selatan berhenti produksi karena jadi korban praktek kotor ini,” kata Andre saat menerima audiensi Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (FSP ISI) dengan Komisi VI DPR di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/11).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Andre berkomitmen mengadvokasi kasus ini hingga selesai. Ia mengatakan, laporan dugaan jual rugi semen Tiongkok telah dilayangkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Ia meminta KPPU berani menyelidiki kasus ini.

“KPPU harus berani mengusut predatory pricing semen Tiongkok. Sejalan dengan itu saya usul pembentukan Pansus Industri Semen untuk bongkar praktek predatory pricing yang ancam industri semen kita,” tegas politikus Gerindra ini.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Dalam kesempatan itu, Andre meminta Menteri Perdagangan mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2018 tentang ketentuan impor semen dan semen clinker. Hal itu untuk membendung masuknya semen impor terutama dari China yang menurutnya suka memainkan harga.

Ia juga mendorong Menteri Perindustrian melakukan moratorium alias melarang pembangunan pabrik semen baru di Indonesia. Sebab, saat ini Indonesia surplus 35 juta ton per tahun, sementara pertumbuhan konsumsi semen hanya 4% setahun.

“Produksi semen kita 110 juta ton per tahun, konsumsinya hanya 75 juta ton per tahun, kita surplus 35 juta ton per tahun. Untuk apa kita impor semen? Sampai 2030 kita juga nggak butuh pabrik semen baru,” ujarnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Lebih lanjut, Andre meminta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) mengutamakan produk semen dalam negeri untuk membangun infrastuktur di Indonesia. Sebab selama ini industri semen tidak kebagian kue pembangunan infrastruktur besar-besaran di periode pertama pemerintahan Jokowi.

“Di periode pertama Pak Jokowi  membangun infrastruktur besar-besaran. Seharusnya industri semen dan baja kita tumbuh. Tapi industri semen kita justru terpuruk. Di periode ini, jangan sampai investasi yang masuk ke Indoneisa mengharuskan kita memakai tenaga kasar dan produk industri khususnya semen dari luar negeri,” tegas politikus asal Sumatera Barat ini.(rls)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB