Trending | News | Daerah | Covid-19

Wisata

Al Kisah David Ardi: Danau Maninjau, seperti Telaga Al Kautsar yang Jatuh ke Bumi

Dibaca : 583

Agam, Prokabar — “Maninjau, kehangatan warganya. Rinuak nan eksotisnya,” begitu ungkapan David Ardi (45) salah seorang alumni Jurusan Ilmu Sejarah Angkatan 1998, Fakultas Sastra (sekarang berubah Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Andalas. Ia berkesempatan berkunjung menghampiri adik yuniornya Yogi di Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam beberapa waktu lalu.

Al kisah, ia mendeskripsikan serangkaian pengalaman berulang kali, berlibur ke Negeri Para Tokoh Nasional ini. “Seperti akan halnya Buya Hamka pernah berkata, Aku sudah berkeliling dunia, tapi belum pernah ada negeri yang seindah Maninjau. Masuk akal. Agam tanpa Maninjau mati,” tuturnya.

David melanjutkan beberapa tokoh nasional dan menteri, beraliran kiri dan kanan ada berasal dari sini. Haji Rasul, Hamka, Kivlan Zein, bahkan DN Aidit nenek moyangnya berasal dari sini.

Nasrul Abit Indra Catri

Mantan Mensos, Bachtiar Chamsyah, tokoh adat Datuak Yus Parpatiah dan baru dapat kabar, Mak Katik Musra Dasrizal juga sekarang sudah berdomisili di sini. Beberapa ikon skala nasional dan internasional ada di sini.

“Kalau dari pemandangan dan jalan, siapa yang tak tau Kelok 44. Kelok terbanyak dan terindah di dunia. Danau tereksotik bahkan terdalam di Sumbar kurasa. Dengan legenda Bujang Sambilannya cukup terkenal sejarahnya,” ungkap Sosok akrap disapa David Buser tersebut.

Dari kuliner jangan tanya. Rinuak, sejenis ikan kecil-kecil berwarna putih berukuran lebih besar dari Corona. Bisa dibikin palai, perkedel, peyek, sala dan sebagainya. Tergantung selera. Tambak Jala Apung ikan Nila terbesar di Sumatra, berjejer di sekeliling tepian danau. Ada ikan Patin juga. Pun ada sejenis ikan Bilis kayak di Danau Singkarak, yang disebut “Bada”. Rendang paku rasanya juga “menyayat” usus dan lambung. “Lezat mantap,” ujar ASN Kota Pariaman terdebut.

Mantan pegawai Dinas Pariwisata Kota Pariaman itu kembali berkata, pun baru dapat kabar ternyata di sini ada ditemukan Bunga Raflesia Arnoldi dengan ukuran raksasa melebihi yang pernah ditemukan di Bengkulu dan Malaysia. Penasaran pingin lihat langsung di pedalaman hutan Koto Kaciak kalo gak salah.

“Di sini juga ada ratusan kafe, home stay cantik. Termasuk salah satunya Cafe Sawah Panjang milik adinda Budhi Afrizaldi di Bayur yang eksotik. Ada lokasi wisata baru Linggai dan Rizal Beach yang lebih dulu eksis. Kurasa ada 572 kali aku ke Maninjau ini. Orang salingka Danau Maninjau teramat ramah, dan aku tak pernah bosan kalau kesini. Ini daerah yang mampu menentramkan hati dan pikiran,” imbuhnya.

“Maninjau, seperti telaga Al Kautsar yang jatuh ke bumi,” pungkas Pendekar Harimau Kuranji Padang ini. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top