Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Aksi Solidaritas Peringatan Resiko Bencana Nasional Di Medan

Dibaca : 331

Medan, Prokabar — Bencana besar yang telah melanda berbagai daerah menjadi pengalaman pahit rakyat Indonesia. Gempa besar dan Tsunami di Aceh, Gempa 30 September 2009 Sumbar, dan baru-baru ini Gempa NTB disertai Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah.

Dan peristiwa memakan banyak korban tersebut menjadi pengalaman agar dapat meminimalisir pengurangan resiko bencana sebagai evaluasi diri.

Di Medan, 21 hingga 25 Oktober ini seluruh BPBD Dan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Nasional berkumpul dan membahas segala persoalan peristiwa yang pernah terjadi. Kemudian dihimpun sebagai langkah kesiapsiagaan mengurangi korban bencana.

Kepanitian dari lima daerah Kabupaten dan Kota Sumatra Utara seperti Medan, Sibolangit, Simalungun, Karo dan Simosir. Dilaksanakan lima hari berturut-turut dari 21 hingga 25 Oktober 2018. Di puncak kegiatan 24 Oktober, rencananya dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.

Kegiatan PRB Nasional ini juga memperkuat aksi-aksi pengurangan risiko bencana melalui program solidaritas. Seperti technical event tentang penguatan tata kelola risiko, meningkatkan manajemen risiko. Spesial session inklusifitas dalam penanggulangan bencana, platform PRB multipihak, knowledge sharing inklusi dan disabilitas, konfergensi API-PRB. Dan pengelolaan risiko bencana berbasis ekosistem termasuk menggelar data-data melalui pameran kebencanaan dan Ignite stage bagi masyarakat umum.

Direktur PRB, Raditya Jati menyampaikan, tema Aksi solidaritas untuk NTB dan Sulteng melalui kemitraan pemerintah, masyarakat, dan lembaga usaha sengaja diangkat sebagai bentuk solidaritas para pelaku penanggulangan bencana di seluruh Indonesia terhadap saudara-saudara di NTB dan Sulawesi Tengah. Memperhatikan, melihat, mendengar dan menanggali cepat keluhan mereka di sana. Sekaligus menjadi momentum dan sarana untuk meneguhkan komitmen membangun kesiapsiagaan.

“Kegiatan ini dapat membangun kesadaran bersama sekaligus meningkatkan komitmen seluruh stakeholder untuk pengurangan risiko bencana dan membangun ketangguhan. Membangun dialog dan komunikasi, mengembangkan jejaring antar pelaku PRB serta sebagai ajang pembelajaran bersama sebagai investasi untuk ketangguhan,” ujarnya.

Dari Kabupatan Agam diikuti 5 orang dan dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kabupaten Agam Yunaidi. Ia mengatakan, peringatan bulan PRB secara internasional ditetapkan PBB UNISDR (United Nations International Strategy for Disaster Reduction) setiap 13 Oktober. Di hari Peringatan Pengurangan Risiko Bencana ini menjadi peringatan bersama atas kemajuan-kemajuan, keberhasilan, capaian-capaian dalam mempertahankan ketangguhan dari dampak bencana di Indonesia.

“Kegiatan ini memperkuat aksi-aksi pengurangan risiko bencana. Mari bersama-sama mensukseskan penyelenggaraan peringatan bulan pengurangan risiko bencana tahun 2018 di Sumatera Utara,” tuturnya.

Beberapa rangkaian, diantaranya seperti talkshow, technical event tentang penguatan tata kelola risiko, meningkatkan manajemen risiko. Spesial session inklusifitas dalam penanggulangan bencana, platform PRB multipihak, knowledge sharing inklusi dan disabilitas, konfergensi API-PRB dan pengelolaan risiko bencana berbasis ekosistem. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top