Air Bah Rusak Sawah Dan Irigasi Hingga Bendungan

Penulis -

Kamis, 7 Desember 2023 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar- Air bah yang melanda sebagian wilayah di kabupaten tanah datar, Selasa malam kemarin (5/12/23), merusak areal perswahan dan irigasi. selain tertutup lumpur dan pasir, sawah juga ditutupi kayu gelondongan yang terbawa arus air dari hulu sungai dikawasan gunung marapi.

Armen, salah seorang pemilik sawah mengatakan setidaknya setengah hektar sawah petani dan termasuk sawah miliknya kini tertutup oleh pasir dan kayu gelondongan. Bahkan dua tumpak sawah hampir rata dengan sungai disebelahnya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

” ini kejadian kedua bagi saya, tapi kali ini yang paling parah,” ugkapnya.

Ia bersama petani lain berharap, dinas terkait bisa membantu masyarakat untuk membersihkan material kayu, pasir dan lumpur yang menutupi sawah dan saluran irigasi.

” bagi saya, sangat sulit jika dikerjakan sendiri apalagi gotoroyong. Liatlah, pasirnya cukup tebal,” harapnya.

Selain merusak sawah, satu unit bendungan juga mengalami kerusakan cukup parah bahkan hancur. Padahal, bendungan tersebut merupakan urat nadi petani dalam sistem bagi air untuk ratusan hektar sawah di dua kecamatan, Lima Kaum dan Rambatan.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Menurut petani, bendungan yang rusak, mengairi sawah tupo dan sawah panjang.
Lebih kurang, air bendungan mengairi seratusan hektar sawah di sisi kiri dan kanan bendungan.

” untuk sawah tupo yang terancam itu 30 hektar itu berada di wilayah Limo Kaum, sedangkan untuk sawah panjang lebih dari 50 hektar mengairi sawah di Limo Kaum hingha jorong Panti kecamatan Rambatan,” Ugkapnya lagi.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Saat ini, sebagian petani mulai melakukan pembersihan saluran irigasi dari pasir dan lumpur dengan alat seadanya. Hal ini mengingat, ratusan petani di dua kecamatan tersebut baru saja mulai menggarap sawah mereka. (eym)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB