Agus Fauzan, Wasit Liga 1 2020 yang Kembali ke Barak TNI dan Diperintahkan jadi Tenaga Medis Virus Corona

Penulis -

Sabtu, 4 April 2020 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Perawakannya tegap, matanya jeli, dan keputusannya tegas tetapi juga benar. Itulah sedikit gambaran Agus Fauzan saat memimpin laga Liga 1 2020. Namun kini, saat kompetisi dihentikan sementara, Agus Fauzan tak bisa lagi beraksi. Sebagai gantinya, ia kembali ke barak Tentara Nasional Indonesia.

Dalam tiga Liga 1 2020, Agus kebagian memimpin pertandingan Persib Bandung menjamu Persela Lamongan dan Madura United menghadapi Persiraja Banda Aceh. Dua laga dalam tiga pekan awal kompetisi menunjukkan performa Agus. Artinya, ia dinilai memimpin laga dengan baik sehingga dapat kesempatan lebih banyak.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Selama dihentikannya kompetisi, wasit asal Sleman, Yogyakarta ini kembali ke angkatan, TNI Angkatan Udara (AU). Pangkatnya adalah Sersan Dua (Serdu). Dalam masa darurat pandemi virus corona, Agus ditugaskan oleh pimpinannya sebagai tenaga medis di Yogyakarta.

Tugasnya melakukan sterilisasi ruangan ataupun membantu kesatria TNI lainnya yang sibuk keluar-masuk membantu tenaga medis di Yogyakarta dan sekitarnya. “Ketika tidak ada pertandingan saya fokus di kantor. Kebetulan saya juga sebagai prajurit (TNI) Angkatan Udara yang ditugaskan sebagai tenaga medis,” ucap Agus.

“Ya kami monitoring sterilisasi ruangan, kesatria. Tidak di rumah sakit sih tidak, tapi setingkat dengan poliklinik. Jadi kami fokus dengan taruna angkatan udara,” katanya.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Dalam beberapa askinya, Agus pun terlihat menggunakan alat pelindung diri (APD). Artinya, Agus juga menjadi garda terdepan memerangi covid-19. Terlepas dari itu, Agus sedih dengan nasib rekan-rekannya sesama wasit. Pasalnya, ada beberapa wasit yang tak punya penghasilan sampingan.

Pasalnya, wasit juga seperti pemain dan pelatih sepak bola, yang memberikan segalanya untuk profesinya itu. Profesi wasit sudah mendarah daging. “Pastinya ya semua merasakan sedih. Kalau sedih ya sedih sekali, karena pertandingan sepak bola sudah mendarah daging di kami,” kata Agus, dikutip skor.id, Jumat (2/4).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Karenanya Agus mengusulkan, agar PSSI memerhatikan kondisi wasit selama kompetisi dihentikan. Pasalnya pengadil juga bagian utama dari kompetisi. “Ya kami lemahnya di situ. Kami jelas tidak ada kontrak, kami dibayar per pertandingan. Mungkin harapkan kami sedikit bantuan (dari PSSI),” katanya.

“Karena ada teman-teman (wasit) yang mungkin tidak ada pekerjaan lain selain menjadi wasit. Mungkin itu yang di pihak atas (PSSI) yang akan mengusulkan,” ujar Agus mengakhiri. (*/mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB