Padang, Prokabar.com – Tim ADPI Peduli Bencana berhasil menjangkau sejumlah jorong terisolir yang terdampak banjir bandang di Provinsi Sumatera Barat pada Senin, 8 November 2025.
Misi kemanusiaan ini dipimpin oleh Dr. Syahminal, MM Wakil Ketua 4 Bidang Bimtek dan Pendampingan sekaligus Ketua Senat STIT SB Pariaman.
Salah satu wilayah yang dikunjungi adalah Korong Tanah Taban, Nagari Pasir Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman yang dihuni 81 KK.
Rumah warga rata-rata terendam banjir dan lumpur, sementara kawasan sekitar masih rawan banjir susulan dan longsor. Para pengungsi sangat membutuhkan selimut, alas tidur, dan perlengkapan rumah tangga yang rusak akibat material lumpur. Selain itu, sekitar 2–3 hektare sawah warga ikut tertimbun.
*Upaya Penjangkauan Wilayah Terisolir*
Sehari sebelumnya, 7 November 2025, tim ADPI telah menyalurkan bantuan ke beberapa titik terisolir di Kabupaten Padang Pariaman.
Meski berhasil mencapai satu desa, tim belum dapat menuju lokasi bencana utama yang berjarak sekitar 700 meter dari posko akibat medan berbahaya dan hujan lebat.
Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke dua desa lainnya yang berada di bawah kaki Gunung Tandikek, wilayah yang pernah kehilangan tiga desa pada gempa besar 2009 dan kembali dilanda banjir bandang pada 27 November 2025.
Pada misi selanjutnya, tim mencapai Jorong Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam salah satu lokasi terdampak terparah dan sulit dijangkau. Tim disambut oleh Wali Nagari setempat.
Kondisi di Jorong Toboh Tangah Berdasarkan laporan lapangan, tercatat 17 KK seluruh rumah tersapu banjir dan longsor, sisanya rusak berat. 17 warga meninggal dunia dan 3 orang masih dalam pencarian.
Wilayah jorong di bagian bawah telah menerima cukup banyak bantuan dan memiliki beberapa posko. Jorong yang berada di bagian atas masih minim bantuan akibat medan terjal.
Atas permintaan Rizki salah satu korban di jorong bagian atas, tim ADPI menyalurkan bantuan berupa beras, telur, mie instan, makanan ringan, serta alat kebersihan untuk kebutuhan dapur umum.
Bantuan dititipkan melalui Wali Jorong yang berada di lokasi bagian bawah karena tim tidak dapat melanjutkan pendakian menjelang Magrib dan situasi hujan.
Ketika tim turun, wilayah tersebut kembali diterjang longsor akibat hujan lebat. (Alhamdulillah semua tim relawan ADPI selamat)
Saat ini masyarakat sangat membutuhkan alat berat untuk pembersihan, serta bantuan pembangunan rumah dan perlengkapan hunian.
Rizky juga menegaskan bahwa masyarakat adat setempat selama ini menjaga hutan secara ketat dan memiliki aturan serta sanksi tersendiri bagi siapa pun yang menebang pohon sembarangan.
*Kehadiran Mitra ADPI*
Turut hadir dalam rombongan, Yulya Srinovita Direktur CTR Corp selaku mitra ADPI, serta Yosa Novia Wakil Ketua 2 ADPI Bidang Kerjasama yang juga dosen Universitas Putra Indonesia Yptk Padang.
Kehadiran mereka bertujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas bantuan kepada para donatur yang selama ini mendukung program akademik dan kemanusiaan ADPI.
Yosa menegaskan bahwa ADPI adalah organisasi nonprofit yang tidak hanya berfokus pada tridharma perguruan tinggi, tetapi juga berkomitmen terhadap kemaslahatan masyarakat melalui berbagai program pengabdian berskala nasional hingga internasional.
*Program Kemanusiaan Berkelanjutan*
ADPI Peduli Bencana bukanlah program baru. Sejak berdiri pada 2017, ADPI telah terlibat aktif dalam beragam respon kebencanaan, termasuk pemulangan warga Minang korban tragedi Wamena (2019), penggalangan dana banjir Kalimantan Selatan, dan bantuan untuk korban Gempa Sulawesi Barat (2021).
Yosa berharap peran akademisi dan perguruan tinggi dalam penanganan bencana dapat terus meningkat. “Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti pada tataran konsep. Ia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh para penyintas,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh donatur dan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program ADPI Peduli Bencana. “Semoga setiap langkah membawa keberkahan dan mendapat ridha Allah SWT,” tutupnya. (ril/rud)
















