ACT Kelola Ribuan Hewan Kurban Terbaik Sedari Bibit

Penulis -

Rabu, 17 Juli 2019 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora, Prokabar — “Dermawan Berqurban, Berkahnya Bahagiakan Dunia” menjadi tema digaungkan Global Qurban-ACT pada 1440 Hijriah ini. Dalam menyediakan kebutuhan kurban ini, ACT melalui Global Qurban, terus mengelola hewan kurban dengan kualitas terbaik yang dijaga sedari bibit.

Dalam proses pembibitan ini, banyak hal-hal yang perlu diperhatikan agar dapat menghasilkan hewan yang baik. Seperti halnya manusia, menurut Wariyadi, kambing pun ketika beranak bisa mengalami sungsang. Hal ini baginya menjadi salah satu bagian yang cukup sulit dari merawat kambing-kambing pada fase pembibitan (breeding) di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) di Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

“Kita harus tahu ketika kambing itu sungsang. Kadang-kadang keluar kakinya dulu daripada kepala. Kalau sudah begitu, kakinya saya masukkan lagi, kemudian akan saya bantu putar lagi dengan tangan agar kepala anaknya bisa keluar dulu. Kalau dibiarkan (sungsang) susah itu, berhari-hari dia tidak bisa keluar,” kata Wariyadi menceritakan pengalamannya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Namun begitu, Wariyadi tidak menganggap kesulitan itu adalah halangan. Terbukti sejak 2014 hingga kini, kambing-kambing di kandang pembibitan yang ia kelola masih berjalan. Wariyadi sangat memerhatikan setiap perawatan agar kambing-kambing yang dirawat bersama delapan karyawan LTW lainnya di kandang ini memiliki kualitas yang baik.

“Kalau saya bagian mencuci kambing. Kadang tidak sampai seminggu sudah kotor saya mandikan lagi kambingnya. Memandikannya itu bahkan sebanyak ini, dari ujung barat ke ujung timur lagi,” kata Wariyadi seraya menunjuk dari ujung kandang ke ujung kandang lainnya.

Selain itu, kambing-kambing ini diberikan makan sebanyak dua kali sehari dengan campuran rumput hijau sebagai bahan pakan utamanya. Pemberian rumput hijau berpengaruh agar kambing-kambing yang berada di kandang pembibitan ini memiliki banyak air susu sehingga anakan yang tinggal bersama induknya bisa mendapatkan susu yang berkualitas juga.

Proses pembibitan ini biasanya memakan waktu selama empat bulan sampai kambing-kambing ini dapat dikatakan cukup besar dan berpisah dari susuan ibunya. Setelah itu, khusus kambing-kambing jantan yang ada di kandang pembibitan ini akan dipindahkan ke beberapa kandang penggemukan LTW yang tersebar di Kecamatan Sambong.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Salah satu kandang penggemukan yang mendapatkan kambing-kambing bibit dari kandang Wariyadi adalah kandang penggemukan LTW yang dikelola Rasimin. Jaraknya sekitar 500 meter dari kandang pembibitan LTW yang dikelola Wariyadi. Tidak tanggung-tanggung, kandang berukuran cukup luas tersebut hingga kini memelihara sebanyak sekitar 1.040 ekor kambing.

“Setelah Iduladha, biasanya kandang ini akan menerima 90 ekor kambing per minggu dari kandang pembibitan dan itu bertahap. Kadang-kadang bisa seminggu dua kali. Kalau kandang ini katakan punya tempat untuk 1.040 kambing, tinggal dihitung berapa bulan penuhnya,” kata Rasimin.

Perawatan di kandang penggemukan tidak jauh berbeda dengan kandang pembibitan. Aktivitas keseharian yang dilalui Wariyadi dan Rasimin dapat dikatakan sama, mulai dari pemberian pakan dan memandikan ternak. Hanya saja, untuk pakan pembibitan dan pakan penggemukan terdapat sedikit perbedaan karena kebutuhan yang berbeda.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Kalau di sini (kandang penggemukan) kambing diberikan rumput odot, bukan rumput hijau biasa. Rumputnya akan kita potong dan campur dengan katul, kangkung kering, kulit kedelai, kulit kacang dan kita campur minuman fermentasi agar baunya segar. Kita masukkan dalam drum sekitar 3 sampai 4 hari, lalu baru dapat diberikan kepada ternak,” jelas Rasimin.

Dari perawatan tersebut, berat badan ternak pun bertambah tiap bulannya. Kambing-kambing yang awalnya memiliki berat 12 sampai 15 kilogram dari kandang pembibitan, akan bertambah beratnya mencapai rata-rata 35 kilogram pada 7 sampai 8 bulan kemudian, atau tepat Iduladha tahun depannya. Ternak-ternak berkualitas dari Global Wakaf ini juga yang nantinya akan menjadi suplai daging terbaik bagi kebutuhan Global Qurban pada Iduladha tahun ini. (rel/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB