Jakarta, Prokabar –
Perubahan terjadi pada penyanyi Dewi Sandra setelah memutuskan berhijab. Mulai dari penampilan hingga menarik diri dari dunia yang membesarkan namanya. Banyak tawaran untuk kembali ke studio rekaman, namun Dewi bersikukuh mendalami ajaran agama.
Hingga wanita kelahiran 3 April 1980 ini tergoda kembali ke dapur rekaman. Siapa yang sanggup menarik si cantik ini? Mereka adalah kumpulan anak-anak muda yang tergabung dalam QuranIDproject.
QuranIDproject adalah aplikasi yang menyajikan rekaman ayat-ayat Al Quran yang dibacakan publik figur seperti artis kenamaan.

“Saya memang lumayan lama vakum dari dunia musik. Ketika akhirnya berteman dengan QuranIDproject banyak sekali pelajaran, mulai dari baca ayat-ayat Al Quran selama satu tahun,” aku Dewi ketika ditemui Prokabar.com di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Saat tergabung dengan QuranIDproject, Dewi mulai merasakan manfaat dalam dirinya. Selain mendapat banyak pelajaran, ia pun menjadi manfaat bagi banyak orang. Khusunya teman-teman Tuli yang selama ini berada di kesunyian.

“Aku terharu dengan projek isyarat ini untuk teman teman tuli. Iya ya, kenapa kita baru sadar masih ada komunitas yang sangat membutuhkan. Kenapa kita ngga kepikiran berbagi suara dengan cara inklusif yaitu bahasa isyarat,” aku Dewi.

Tawaran penggagas QuranIDproject, Archie Wirija akhirnya disambut baik olehnya. Tak hanya Dewi, pilihan penyanyi lainnya ikut berkontribusi. “Karena banyaknya teman-teman penyanyi yang ikut, liriknya jadi dibagi. Alhamdulillah walau satu bait tapi benar-benar menggetarkan hati,” ucapnya.
Hanya menyebut Allahu Akbar dengan bahasa isyarat rupanya membuat hati Dewi bergetar. Ia membayangkan betapa sunyi teman-teman tuli tak bisa merasakan takbir di Hari Kemenangan.
“Kalau kita mendengarkan dengan hati lagu Cahaya Dalam Sunyi ini, ada getaran hebat yang membuat hati kita tersentuh. I challenge everyone untuk menggunakan bahasa isyarat Allahu Akbar pasti akan merasa bergetar. Aku jamin,” tantangnya. (beb)
















