Sabar AS Siap Patahkan Stigma Pasaman Susah Berkembang Pariwisatanya

Penulis -

Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Pengembangan pariwisisata. Dua kata ini menjadi momok yang tak jelas realisasinya dari zaman baholak di Pasaman.

Jangankan ada perkembangan, yang ada pariwisata di Pasaman mengalami kemunduran, Contoh, wisata pemandian air panas Rimbo Panti, hidup segan mati tak mau. Fasilitas pendukung tak lagi terurus. Ini juga dialami museum Tuanku Imam Bonjol.

Agaknya, stigma sulitnya pengeembangan pariwisata di Pasaman ini bakal didobrak Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS.

“Saya sangat tertantang untuk pengembangan wisata di Pasaman ini. Orang bilang tak mungkin, saya coba buktikan insyallah bisa suatu saat nanti,” kata Sabar.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Diakui Sabar, stigma pengembangan tidak mungkin itu muncul lantaran letak Pasaman kemari jauh. Dari Sumatera Utara jauh, dari Bukittinggi jauh pula.

Parahnya, medan nan ditempuh berat pula. Jalan seperti arena balam motor GP, tikungan tiap sebentar, jurang siap menelan pengendara yang lengah.

“Yang selama ini dilihat kan kurang strategisnya Pasaman saja. Kelebihan? Kurang terekspos kan. Padahal dengan kelebihan objek wisata alam dan sejarah yang ada di Pasaman, ini bakal menjadi daya tarik wisatawan. Ditambah pula, wilayah kita adalah perlintasan. Kita buat, orang yang sekedar hanya lewat untuk singgah,” kata Sabar.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Perihal caranya, Sabar sudah mengambil langkah cepat. Menjajal wisata-wisata yang ada, mencari problema kemudian berdiskusi dengan instansi dan pihak terkait. Tak segan-segan, pemerhati pariwisata pun telah diundang Sabar untuk membicarakan arah tujuan pengembangan pariwisata di Pasaman.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Dalam waktu dekat, juga bakal ada webinar Pasaman Tujuan Wisata. Dalam webinar nantinya itu, Rabu, 13 Oktober pukul 19:00. Narasumber langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. Hostnya Otong Rosadipenyuka traveling. Semua warga bisa ikut di https://us02web.zoom.us/j/2244114486. Meeting ID 224 411 4486 dan Passcode, PSMWISATA,” jelas Sabar.

Diakui Sabar, semua ini dilakukan pemerintah daerah untuk menjadikan Pasaman itu berkembang di segi pariwisata. Secara langsung bakal menjadi PAD tersendiri bila sukses. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB