Padang, Prokabar – Iven Festival Sipak Rago Pauh IX telah berakhir pada akhir pekan lalu. Namun masih terdapat sesuatu yang membekas di hati masyarakat kampuang tangah, guo, kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji.
Sejak penetapan lokasi kegiatan di Sasaran Salingka Raso Kampuang Tangah, Guo kelurahan Kuranji kecamatan Kuranji Kota Padang. Belasan hingga puluhan warga hadir di setiap rapat persiapan, hingga kegiatan gotong royong bersama, membersihkan jalan ke lokasi, serta menyiapkan arena lokasi pertandingan sipak rago.
Termasuk menyiapkan segala sesuatunya seperti dana awal kegiatan, dan juga material dan fasilitas yang diperlukan dalam penyelenggaraan.
Ini telah dilakukan sejak awal Ramadhan yang telah berlalu dua bulan lalu. Untuk dana awal saja, terkumpul dua juta rupiah, yang disampaikan oleh ketua panitia yang disampaikan saat pembukaan ke hadapan Walikota Padang dan semua mereka yang hadir.
Di sepanjang jalan menuju lokasi atau arena kegiatan panitia kegiatan bersama masyarakat juga menempatkan api obor yang diletakkan sedemikian rupa, sehingga menambah hidup suasana Festival Sipak Rago Pauh Sambilan.
“Tidak hanya warga kampung tangah,guo, beberapa warga di RW lainnya, seperti RW empat, RW lima, RW enam dan RW tujuh, semuanya ambil bagian, ingin terlibat dalam kegiatan menyukseskan kegiatan festival sipak rago pauh sambilan. Hasilnya, tak kurang 30 tim ambil bagian,” sebut Firdaus kalek warga kampung tangah guo.
Walikota Padang yang membuka secara resmi kegiatan, juga menyampaikan harapannya agar permainan anak nagari yang merupakan bagian dari kekayaan tradisi di kota padang dapat semakin dikenalkan di kalangan generasi milenial, sehingga khasanah budaya Minangkabau dapat terjaga turun temurun.
“Saya bangga dan salut serta mengapresiasi panitia penyelenggara festival Sipak Rago. Kita berharap, setiap kelurahan atau kecamatan, diharapkan punya klub sipak rago atau komunitas pecinta dan pelestari sipak rago. Kehadiran sipak rago di tengah kaum muda, sebagai bentuk penguatan nilai-nilai budaya di tengah masyarakat minangkabau,” sebut Hendri Septa Walikota Padang.
Pada saat yang sama tokoh masyarakat Kuranji Irwan Basir Datuk Rajo Alam,mengatakan banyak manfaat digelarnya kegiatan sipak rago, tentu sebagai seni dan budaya yang memiliki kearifan lokal, juga menjadi ajang silaturrahim.
“Seperti diketahui sipak rago baru ada di dua daerah di Sumbar, yakni Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman. Tentunya ini menjadi ciri khas kedua daerah tersebut,” sebut Ketua DPD LPM Kota Padang ini.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman yang juga Ketua FKAN Pauh IX, mengatakan, pembinaan dan juga komunikasi terus dilakukan oleh FKAN Pauh Sambilan, agar Sipak Rago tetap eksis di Kuranji dan Kota Padang umumnya. Ketua Ikatan Sipak Rago Pauh IX Nasrul Mansur menyebut klub rago Baringin Tabek dari balimbiang pauh sambilan, berhasil menjadi pemenang, dengan poin 746. (adh)
















