Jakarta, Prokabar – Kehilangan sahabat kembali dirasakan Ilham Bintang. Setelah salah satu sahabatnya Setiadi Tryman tiada, Teguh Esha ‘Ali Topan Anak Jalanan’ dikabarkan meninggal dunia, Senin (17/5) lalu.
Kabar duka itu didapat Ilham Bintang melalui status medsos rekan wartawan Noorca Massardi. “Saya meneteskan kembali airmata buat sahabat yang mendahului. Noorca mengabarkan Teguh Esha meninggal dunia,” ucap Ilham Bintang.
“Teguh Esha sahabat yang baik hati. Kawan ngobrol dan diskusi yang mengasyikan. Dia biasa tiba-tiba muncul di rumah atau di kantor. Dia banyak gagasan. Setiap kali ke kantor selalu mengajak kolaborasi untuk mewujudkan ide kreatifnya,” kenangnya.
Ilham Bintang dalam tulisannya pada Prokabar.com, mencantumkan profil singkat sahabatnya. Pemilik nama lengkap Teguh Slamet Hidayat Adrai, lahir di Banyuwangi, 8 Mei 1947.
“Pernah menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu-ilmu Sosial, Departemen Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Ketua IMADA (Ikatan Mahasiswa Jakarta) tahun 1973—1975, Wakil Sekretaris Jendral SOMAL (Sekretariat bersama organisasi- organisasi mahasiswa lokal di Indonesia) tahun 1975—1976, Pemimpin Redaksi Majalah Hiburan Khusus Le Laki,” tulis Ilham Bintang.

Nama Teguh melesat bak meteor ketika novelnya ‘Ali Topan Anak Jalanan’ sukses merebut hati masyarakat, khususnya kaum muda di tahun 70 an.
Lewat novel itu, Teguh memperlihatkan sikapnya yang bebas, dengan gaya bahasanya yang kuat dan orisinil menceritakan kehidupan anak muda Ibukota.
“Pembangunan watak”watak tokohnya menunjukkan pengetahuannya tentang kehidupan serta aspirasi golongan muda metropolitan yang otentik. Sejak saat itu Teguh Esha dikenal sebagai salah seorang penulis yang menonjol pada tahun 70-an,”
Salah satu ciri novelnya adalah penggunaan bahasa prokem, bahasa slang yang konon berasal dari orang-orang tahanan, yang kemudian menjadi bahasa slang anak muda Jakarta.
Teguh mulai menulis novel tahun 1969. Kakaknya, Djoko Prayitno, redaktur majalah Sonata, ikut andil dalam perjalanan karier Teguh sebagai penulis.
“Dia yang menganjurkan saya untuk selalu menulis, apa saja,” kenangnya.
Menurut Ilham Bintang, sejak empat tahun lalu, Teguh mengalami gangguan kesehatan. “Sempat dirawat di RS karena jatuh saat di kamar mandi. Setelah kejadian itu Teguh datang silaturahmi ke kantor, menawarkan gagasan kolaborasi. Namun, sayang rencana itu belum terwujud hingga Senin pagi Noorca mengabarkan kepergiannya. Teguh Esha telah tiada. Innalillahi Wainnailaihi Rojiun,”. (beb)
















