Penanganan Covid 19. Tanah Datar Bertekad Punya Tempat Isolasi Representatif

Penulis -

Senin, 1 Maret 2021 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanah Datar, Prokabar. Usai dilantik Gubernur Sumatera Barat, Jumat (26/2) kemarin, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tanah Datar berkomitmen di 100 hari pertama kerja akan lebih fokus dalam percepatan pemulihan ekonomi dn penanganan Covid 19.

“Kita akan fokus kepada penanganan Covid-19. Memastikan vaksinasi berjalan. Lalu kita akan tingkatkan proses tracking (pelacakan), testing (pemeriksaan dini), dan treatment (perawatan), atau yang lebih dikenal dengan 3T,” ujar Eka Putra.

Ia juga mengatakan, dalam menekan penyebaran Covid 19, pihaknya juga akan terus mengampanyekan gerakan 3 M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

Menurutnya, anggaran pemerintah pusat hingga daerah yang sudah sangat banyak tersedot untuk penanganan Covid-19, maka jangan sampai anggaran tersebut habis sia-sia. Namun, mesti benar-benar efektif untuk penanganan Covid-19.

“Tempat isolasi yang representative harus ada di Tanah Datar. Kita juga akan tingkatkan pengawasan penggunaan anggaran Covid 19,” jelasnya.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Datar Yesrita mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pemerintah kabupaten dalam penanganan serta pencegahan penyebaran Covid 19. Selain melakukan kampanye penegakan protokol kesehatan, peningkatan kekebalan tubuh dengan program vaksinasi juga telah dilakukan terhadap tenaga kesehatan di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

Pada vaksinasi Covid 19 tahap 1 terhadap 1400-an tenaga kesehatan, realisasi vakisnasi lebih kurang sebesar 76% dari total sasaran. Angka ini masih jauh dibawah target sasaran, yang berkisar dipersentase 95 % dari total sasaran.

” mengapa persentasenya segitu, karena ada 500 tenaga kesehatan kita yang komorbid, atau ada penyakit penyerta, jadi tidak bisa kita berikan vaksin,” ungkap Yesrita.

Ia melanjutkan, upaya pencegahan dan penularan Covid 19 ditengah tengah masyarakat akan tetap dilakukan, terutama dalam peningkatan kekebalan tubuh.

Sementara, Program vaksinasi tahap 2 akan
Segera dilaksanakan dengan sasaran TNI Polri dan pelayanan publik. Sebanyak 1514 orang menjadi sasaran vaksinasi tahap 2 ini.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Rencananya, vaksinasi tahap 2 akan mulai dilakukan pada Kamis (4/3) mendatang.

” untuk vaksinasi tahap 2 ini, rabu kita akan menjemput vaksin dan esok harinya, kamis kita akan lansung melakukan vaksinasi tahap dua dengan sasaran TNI Polri dan pelayanan publik. Kita juga sudah berkordinasi dengan Kodim dan Polres,” kata nya.

Ia melanjutkan, usai vaksinasi tidak semerta merta akan membentuk kekebalan terhadap penerimanya. Untuk itu, penerima vaksin dan masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas.

” jadi masyarakat tetap diminta menerapkan protkes, 3 M,” tambahnya.

Sementara, terkait tidak adanya tempat isolasi yang representatif bagi penyerta Covid 19 di Tanah Datar, pihaknya akan sesegera mungkin berkordinasi dengan kepala daerah.

” jadi nanti kalau ada masyarakat kita yang OTG, tidak perlu kita lakukan isolasi di asrama haji. Kalau sekarang kan di asrama haji. Kalau ada kita punya tempat yang representatif, maka tidak perlu kita kirim kesana lagi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Kedepannya, Dinkes Tanah Datar juga berencana melakukan kampanye 3 M di pusat layanan kesehatan masyarakat atau Puskesmas.

” kalau disetujui oleh pimpinan kita akan membuat dimana semua puskesmas di kecamatan akan kita berikan banner dalam bentuk pengetahuan, Protkes 3 M ini, Covid itu apa. Bagaimana masyarakat bisa tahu vaksinasi itu apa. Kalau sudah banyak masyarakat kita yang vaksinasi maka sudah terbentuk kekebalan masyarakat,” tutup Yesrita.

Dalam komitmentnya, untuk pemulihan ekonomi, Eka Putra bersama Richi Aprian juga akan memperjuangkan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang banyak di pemerintah pusat dan bisa digelontorkan ke Tanah Datar, seperti bansos tunai, BLT Dana Desa, dan dukungan UMKM.

“Kita juga akan genjot sektor pariwisata, tentunya yang memenuhi standar CHSE, yaitu clean (bersih), health (sehat), safety (aman) environment sustainability (kelestarian lingkungan). (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB