Indonesia Music Movement (IMM) 2021 : RHYTM SEA Music Festival, Gerakan Baru Industri Musik Global

Penulis -

Selasa, 22 Desember 2020 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Sudah saatnya industri musik nasional jadi tuan rumah di negeri sendiri. Lebih dikenal dan dinikmati oleh masyarakat bahkan disukai hingga ke luar negeri.

Inilah yang menjadi visi pengembangan ekosistem industri musik nasional yang digagas Indonesia Music Movement (IMM) 2021 dalam webinar belum lama ini.

Mengangkat tema ‘Merajut Karya Cipta Anak Bangsa’, hadir sebagai pembicara Dr Hari Sungkari (Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI), Drs Helmi Fauzi (mantan Dubes Indonesia untuk Mesir), penggagas IMM 2021, Harry Murti, Harry Koko Santoso, Ajo Zein serta dua musisi, Barry Likumahuwa dan Yuke Sampurna.

Kepada awak media, pencetus IMM 2021 akan menggelar festival musik antar negara Asia Tenggara (SEA). Bernama RHYTM SEA MUSIC FESTIVAL, diharapkan menjadi gerakan baru dalam industri musik global.

“Harapannya grup band (khususnya Indonesia) jadi suatu unit layaknya ‘startup’ atau UMKM di bidang musik,” jelas Harry Koko membuka perbincangan.

Sejalan dengan kegiatannya nanti, IMM 2021 sekaligus menyusun pendataan seluruh musisi dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote.

“Acara nanti sekaligus pendataan seluruh musisi yang berada di pelosok daerah untuk ikut bergabung. Tidak hanya sebagai penyanyi nya saja melainkan seluruh stake holder yang membantu melahirkan karya,” ungkap pria yang akrab disapa Koko ini.

Sementara itu, Ajo Zein menambahkan misi dari festival ini untuk mendatangkan devisa bagi negara. Misi inilah yang kemudian mengharapkan kontibusi pemerintah dalam mensukseskan festival suatu hari nanti.

“Misi roadmap membuat industri musik nasional sebagai salah satu kontributor devisa nasional. Menjadikan para pelaku industri seni musik menjadi suatu profesi yang bermartabat/bergengsi. Membuat model ekosistem industri musik nasional sebagai suatu sistem ‘supply chain value chain’ yang ter-integrasi secara professional,” ujar Ajo menambahkan.

Mewakili pemerintah, Dr Hari Sungkari mengapresiasi tujuan IMM 2021 yang peduli pada pelaku industri musik Tanah Air.

“Kita akan susun pendataan siapa saja dibalik kesuksesan sebuah karya. Tidak hanya penyanyinya saja tapi orang-orang yang ikut berproses seperti dapur rekaman, produksi hingga pemasarannya pun nantinya mendapat perhatian,” terangnya.

“Dari pendataan nanti, standar penghasilan di setiap devisi sebuah karya ini berhak mendapat royalti. Tentu saja kebanggan bagi mereka yang telah menyukseskan sebuah karya,” pungkasnya. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Permata Warokka Luruskan Isu : ‘Bukan Istri Fariz RM, Tapi Rekan Profesional di Industri Musik’
‘Sampai Kapan’ , Debut Single Sang Maestra Ussy Pieters
Gerakan Satu Visi Ajukan Uji Materiil UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi 
Lanjutkan Kiprah Mendiang Ayahnya, Dimas Supartono Kenalkan Lagu “Seandainya”
Sinergi Bunga Citra Lestari (BCL) dan Penyanyi Malaysia Yuna, Lahirkan Single ‘Watak Utama’
Gelaran Konser ‘GIGINFINITY’, 30 Tahun GIGI Berkarya
Tercatat Jadi Alumni ‘Serdadoe 88’, Lady Rocker Tia Veres Mengaku Teringat Masa Masa Indah di Sekolah
Bawakan Lagu ‘Teman Rasa Pacar’, Lyia Jadi Trending di Youtube

Berita Terkait

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:59 WIB

Permata Warokka Luruskan Isu : ‘Bukan Istri Fariz RM, Tapi Rekan Profesional di Industri Musik’

Minggu, 15 Juni 2025 - 20:01 WIB

‘Sampai Kapan’ , Debut Single Sang Maestra Ussy Pieters

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:47 WIB

Gerakan Satu Visi Ajukan Uji Materiil UU Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi 

Kamis, 13 Maret 2025 - 21:22 WIB

Lanjutkan Kiprah Mendiang Ayahnya, Dimas Supartono Kenalkan Lagu “Seandainya”

Kamis, 12 September 2024 - 15:51 WIB

Sinergi Bunga Citra Lestari (BCL) dan Penyanyi Malaysia Yuna, Lahirkan Single ‘Watak Utama’

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB