Ini Dia Indikator Daerah yang Siap Terapkan New Normal

Penulis -

Minggu, 31 Mei 2020 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Dalam menentukan suatu daerah bisa kembali kepada aktivitas ekonomi yang produktif dan aman (new normal) dari Covid-19, pemerintah menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kriteria ini sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami menggunakan pendekatan atau kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan,” kata dia dilansir Minggu (31/5).

Dari kriteria tersebut, ada 11 indikator yang ditetapkan diantaranya, penurunan jumlah kasus selama dua minggu sejak puncak terakhir (targetnya lebih dari 50 persen penurunan untuk setiap daerah atau wilayah). Penurunan jumlah yang meninggal dan penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Juga Penurunan kasus ODP atau PDP yang dirawat di rumah sakit, serta kenaikan jumlah yang sembuh dan selesai pemantauan.

Selain itu, kenaikan jumlah pemeriksaan laboratorium yang meningkat di mana positivity rate-nya harus di bawah 5 persen. “Dan tentunya yang terakhir menggunakan pendekatan RT atau R-T yang disebut angka reproduktif efektif kurang dari 1,” jelas dia.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sesuai dengan kriteria tersebut, ada 102 kabupaten/ kota yang masuk zona hijau atau tidak terdampak Covid-19.

“Di seluruh Indonesia cukup banyak yang berwarna hijau dan ada juga nanti yang berwarna kuning yaitu resiko rendah, resiko sedang berwarna orange dan risiko tinggi yang berwarna merah,” jelas dia.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan ketahanan kesehatan dari Covid-19 dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

“Perilaku ini harus dilakukan secara baik oleh individu maupun secara bersama-sama secara kolektif,” kata dia.

Apabila perilaku ini bisa dilakukan sampai dengan 70 persen masyarakat Indonesia, maka dipastikan virus ini akan sulit untuk berkembang biak. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB