Guru Besar Ekonomi IPB Ingatkan Jokowi: Pak Presiden, Ini Belum Saatnya New Normal

Penulis -

Rabu, 27 Mei 2020 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, prokabar – Pemerintah tengah mempersiapkan skenario New Normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid-19 demi menyelamatkan roda perekonomian. Wacana ini sudah dilontarkan Presiden Jokowi sejak jauh hari lewat pernyataannya untuk berdamai dengan virus corona.

Bahkan, Selasa (26/50), Jokowi bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengecek kesiapan pembukaan pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. “Ini simulasi jika nanti mal sudah bisa dibuka prosesnya seperti ini.” ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Bukan hanya di Bekasi, Jokowi juga memeriksa kesiapan kembalinya roda aktivitas ekonomi masyarakat di Jabodetabek. Namun apakah New Normal ini sudah tepat dilaksanakan saat ini?

Guru Besar Ekonomi IPB Hermanto J Siregar mengungkapkan skenario New Normal belum tepat jika disesuaikan dengan kurva pertambahan jumlah kasus positif yang masih terus meningkat.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Melalui sebuah video, ia menggambarkan di atas kertas secara sederhana kapan skenario new normal yang lebih tepat dilaksanakan.

“Kalau implementasi PSBB sudah efektif sehingga berhasil menurunkan jumlah kasus positif baru menjadi nol atau berjumlah kecil, itulah saatnya kita melaksanakan new normal.” ujarnya melalui akun Twitter, Rabu (27/5).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Meski demikian, Hermanto menampik jika penerapan new normal terlalu dini merupakan bagian dari skenario herd immunity. Hanya saja memang, menurutnya, pemerintah tampak sangat terlihat lebih mengedepankan antisipasi dampak ekonomi. “Menerapkan “new normal” terlalu awal mengesankan perhatian yg lebih besar pada ekonomi daripada kemanusiaan.” ujarnya.(*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Selasa, 22 September 2026 - 06:16 WIB

Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB