Harau Dream Park, Kawasan Instagenic Bernuansa Eropa

Penulis -

Sabtu, 7 Maret 2020 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Wiska Nofratia (Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Minangkabau)

 

Limapuluh Kota, Prokabar — Harau dream park merupakan salah satu objek wisata yang berada di Kampung Sarosah, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Harau Dream Park ini termasuk ke dalam kawasan pengembangan dari Lembah Harau. Harau pertama kali muncul diyakini dari kata “parau”. Istilah yang berasal dari sebutan masyarakat lokal yang berarti “suaraserak”.

Dahulunya, masyarakat yang tinggal di atas Bukit Jambu sering mengalami musibah banjir dan longsor sehingga menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan. Masyarakat di sana sering berteriak histeris sehingga menimbulkan suara yang parau. Dengan suara khas penduduk yang parau didengar, makamunculah sebutan “orau” bagi kawasan tersebut yang kemudianberubah nama menjadi “Arau” hingga akhirnya penyebutantersebut lebih sering dikatakan “Harau”.

Lembah Harau merupakan kawasan beriklim tropis dengan tanah yang subur serta menyajikan pemandangan alam yang menawan. Para wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini baik untuk hanya sekedar berekreasi maupun melakukan berbagai kegiatan olahraga seperti panjat tebing akan merasakan keindahan alamnya bagaikan menyelam di alam mimpi. Lembah Harau adalah salah satu surganya Kabupaten Liam Puluh Kota, Sumatera Barat, hingga dijuluki Lembah Yosemite di Indonesia karena memiliki keindahan seperti taman Nasional Yosemite yang terletak di Sierra Nevada California dan telah terkenal hingga ke seluruh pelosok dunia. Lembah Harau memiliki luasan areal  mencapai 669 hektar. Berdasarkan hasil survey timgeologi asal Jerman pada tahun 1980 menemukan jenis batuan yang ditemukan di dasar laut berupa batuan breksi dan konglomerat. Legenda dari masyarakat Sarasah Aka Baranyujuga menceritakan bahwa disekitar cagar alam lembah Haraudahulunya adalah laut.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Pengunjung tidak akan sia-sia mengujungi kawasan ini karena akan disuguhkan dengan pemandangan alam pengunungan yang dihiasi jejeran air terjun setinggi 100 meter. Selain itu kawasan ini dilalui empat buah sungai yang jernih dansiap memanjakan mata pengunjungnya. Tempat ini dikelilingi oleh batu granit terjal berwarna-warni dengan ketinggian 100-500 meter. Tebing yang mengelilingi ibarat beteng alam nankokoh dengan segala kemegahannya. Pagar tebing cadas yang curam dan lurus berwarna kemerah-merahan tegak mengelilingi lembah begitu menawan untuk dipandang mata dan menyempurnakan jejak kamera pengunjung yang berfoto ditempat tersebut.

Tebing yang curam bukan hanya menjadi daya tarik pengunjung untuk spot berfoto tetapi olahragawan seperti pemanjat tebing pun tertarik memanjat lembah ini dimana terdapat 300 lokasi yang dapat digunakan sebagain panjattebing. Selain sebagai spot panjang tebing yang memacu adrenalin, kawasan Lembah Harau yang mempunyai areal yang cukup luas memungkinkan untuk dikembangkan menjadi tempat-tempat menarik, tentunya dengan tampilan yang lebih modern dilengkapi berbagai atribut masa kini yang cocok untukkalangan Milenial.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Sumber : covesia.com

Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang menjadi bagian dari pendukung aktivitas masyarakat masa kini, memungkinkan pengembangan kawasan yang lebih modern salah satunya objek wisata Kampung Eropa atau diistilahkan dengan Harau Dream Park.

Kampung Eropa merupakan terobosan baru dari pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat yang masih berada pada kawasan Lembah Harau. Pada tahun 2018 silam Harau menghadirkan Harau Dream Park, kompleks yang berisi replika ikon-ikon beberapa negara yang ada di Eropa.

Harau Dream Park ini tak hanya menyuguhkan berbagaireplika bangunan bernuansa eropa tetapi juga dilengkapi dengan berbagai atribut pendukung dari masing-masing negara, seperti pakaian adat setiap negara. Oleh karena itu, kini masyarakat tak perlu memikirkan budget yang mahal untuk pergi berlibur keluar negeri karena sudah tersedia di tempat ini. Pengunjung tinggal pergi ke kawasan ini dengan tiket masuk yang terjangkaudan bisa menikmati berbagai icon-icon bernuansa Eropa.

Baca Juga :  Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman


Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Harau Dream Park ini tak hanya berasal dari wisatawan lokal melainkan dari wisatawan mancanegara.

​

Sumber : sumbar.antaranews.com​​​​& phinemo.com

Harau Dream Park adalah salah satu objek wisata yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua. Namun pengunjung lebih didominasi oleh kalangan remaja yang biasa disebut kalangan milenial lebih tepatnya para pecinta selfie karena kawasan ini memiliki spot Instagenic yang bernuansa eropa nan modern.


Di sini, nuansa Eropa dapat terasa melalui beberapa ornament yang disediakan. Berbagai warna cerah pada bangunan berbentuk segitiga yang unik, menara eifel yang berlatar lembah Harau, kincir angin, tiang-tiang bendera, taman bunga seperti yang adadi Belanda, dan beberapa bangunan lainnya., menghantarkan pengunjung kepada suasana yang berbeda yang belum pernah ditemui sebelumnya. Pengunjung akan merasakan berada diEropa dengan seketika.

Oleh karena itu penulis mengambil judul “Harau Dream Park, Kawasan Instagenic Bernuansa Eropa” pada artikel ini.Tujuannya adalah untuk memperkenalkan Kampung Eropa sebagai salah satu objek wisata masa kini secara lebih luas, agar para traveler yang belum mengetahui ataupun yang belum berkesempatan untuk berkunjung ke kawasan ini dapat merasakan sensasinya. (***)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi
Syekh Burhanuddin Ulakan (Ulama yang Mengubah Surau Menjadi Pusat Peradaban Islam Minangkabau)
Kebenaran, Keniscayaan dan Kebermaknaan  Agama Pada Manusia (Membaca Agama dari Perspektif  Kesadaran, Filsafat dan Kajian Budaya)
Filosofi Kenetralan dan Fungsi Keseimbangan Dalam Menjalani Kehidupan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 11:22 WIB

Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?

Senin, 21 September 2026 - 11:49 WIB

Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali

Minggu, 13 September 2026 - 08:59 WIB

Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB