Novia ‘Emak’ Kolopaking, Reuni Bareng Keluarga Setelah Puluhan Tahun Berpisah

Penulis -

Rabu, 4 Maret 2020 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Novia Kolopaking, penyanyi yang juga artis peran kembali menunjukan bakat aktingnya. Kali ini pelantun ‘Bunga Mawar’ memenuhi janji pada sutradara Dedi Setiadi memerankan karakter emak di film ‘Terimakasih Emak Terimakasih Abah’.

“Saya kembali bukannya diijinkan suami (Cak Nun) atau karena rindu. Tapi saya memenuhi janji pada sutradara (Dedi Setiadi), karena karyanya selalu berbagi kebahagiaan,” ucap Novia membuka perbincangan.

Film produksi Alimi Pictures ini mengangkat satu keluarga sederhana dalam menghadapi beragam persoalan yang terjadi. Peran Novia sebagai Emak dan Adi Kurdi (Abah) ditantang menghadapi persoalan anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa.

“Ceritanya dibuat sangat sederhana tapi indah itu utamanya. Setiap keluarga pasti punya masalah. Film ini tidak menunjukan keruwetan, dramatis atau hal yang berat. Tapi bagaimana menyelesaikan masalah itu dengan keluatga tentunya dengan senyuman,” ujar Novia.

Diangkat dari novel ‘Terimakasih Emak Terimakasih Abah’, Novia menjelaskan bila film ini mengulang kenangan indah. Dimana seluruh pemainnya merupakan pemeran sinetron ‘Keluarga Cemara’.

“Meski kami ini pemeran sinetron ‘Keluarga Cemara’ tapi jalan ceritanya tidak sama lagi. Latar belakang karakter sangat berbeda dengan permasalahannya masing-masing,” jelas Novia.

Menanggapi apakah ada kemiripan dengan film produksi Visinema, sutradara Dedi Setiadi angkat bicara.

“Keluarga Cemara itu adalah hasil karya saya. Jadi kalaupun ada kemiripan itu hak saya, karena ini gaya saya. Nggak masalah kan!,” tegas Dedi Setiadi.

Terlepas dari itu, Dedi Setiadi sangat senang bisa dipertemukan dengan para pemain sinetron ‘Keluarga Cemara’ seperti Ceria Hade, Pudji Lestari, Annisa Fujianti, Novia Kolopaking dan Adi Kurdi.

“Mereka itu sudah seperti keluarga seutuhnya selama memainkan karakter karya saya. Apalagi Novia ini selalu ikut dalam karya saya seperti, ‘Jendela Rumah Kita’, ‘Siti Nurbaya’ dan 1 Kakak 7 Keponakan’,” puji Dedi.

Film yang akan tayang 16 April mendatang, Novia Kolopaking berharap ceritanya bisa memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia. “Kita dalam hidup jadilah orang pemberi manfaat sebanyak banyaknya bagi orang lain. Seperti film ini juga semoga menjadi manfaat bagi sebanyak banyaknya penonton film Indonesia,” pungkas Novia. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB