Jakarta, Prokabar – Publik sepakbola Indonesia tentu masih ingat janji manis yang digaungkan Mochamad Iriawan alias Iwan Bule saat kampanye mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah, jika PSSI di bawah kendalinya akan memberikan subsidi sebesar Rp15 miliar kepada masing-masing klub Liga 1 2020.
Nominal itu menjadi angin segar bagi 18 kontestan Liga 1. Sebab, dalam dua musim belakangan ini, klub-klub hanya menerima dua kali lebih kecil dari janji yang diucapkan Iwan Bule itu, alias Rp7,5 miliar.
Itupun harus dibagi-bagi. Rp5 miliar untuk pengelolaan klub Liga 1 dan Rp2,5 miliar untuk membiayai keikutsertaan di kompetisi usia dini, mulai dari Elite Pro Academy U-16, hingga Liga 1 U-20.
Memasuki musim baru, PT LIB pun berganti muka. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Bali, Kamis 23 Januari 2020 kemarin, banyak terjadi perubahan susunan struktural LIB. Pejabat-pejabatnya didominasi oleh orang-orang PSSI. Sebut saja Wakil Ketua Umum PSSI, Cucu Sumantri.
Dia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT LIB. Selain itu, ada Sonhaji, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Di LIB, dia menjabat sebagai Komisaris Utama.
Nah, dengan banyaknya pejabat-pejabat elite PSSI di LIB, harusnya, janji Iwan Bule dapat terwujud. Paling tidak, para petinggi LIB yang merangkap jabatan itu dapat mengingatkan Iwan Bule. Lantas, bagaimana harapan klub dengan janji yang sudah terlanjur diucapkan Iwan Bule?
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, mengatakan tidak mau terlalu berharap. Sebab, menurutnya sulit hal itu bisa terwujud.
Ada beberapa faktor menurut Umuh penyebab janji Iwan Bule tak bisa terpenuhi. Menurutnya, iklim sepakbola Indonesia masih belum bisa menjadi ladang bisnis. Sehingga, sponsor masih meragu untuk mengucurkan uangnya.
“Belum tahu, kalau memang benar, luar biasa itu. Tapi dari mana itu duitnya? Kalau dari sponsor ya bagus. Kalau sepakbola Indonesia lancar mungkin bisa saja,” kata Umuh kepada dikutip VIVAnews, Jumat 31 Januari 2020.
“Kalau seperti kemarin tersendat-sendat kan sponsor juga tidak akan berani. Rp15 miliar belum yang lainnya. ada 18 klub juga yang harus ditanggung. Ya, semoga saja. Kita lihat saja bagaimana nanti,” imbuhnya.(*/mht)
















