ONDEL ONDEL GALAU, Keresahan Frances Penulis Cilik ini pada Budaya Betawi

Penulis -

Sabtu, 28 April 2018 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Loby Binus School Simprug dipenuhi tamu undangan. Alunan musik gambang kromong mulai dimainkan menghangatkan suasana. Sajian khas Betawi seperti kerak telor, kue rangi dan jajanan pasar lain jadi daya tarik sendiri.

Itulah gambaran suasana ketika Prokabar memenuhi undangan penulis buku cilik, Frances Caitlin Tirtaguna (15). Siswi kelas 10 ini tengah mengadakan launching novel terbarunya berjudul _ONDEL ONDEL GALAU_.

Dihadapan tamu undangan, putri bungsu dari dua bersaudara pasangan Lukman Tirtaguna dan Djohariah Sastradihardja ini begitu memukau. Frances yang fasih berbahasa Inggris ini menceritakan latar belakang mengapa ia menulis novel berbau budaya Betawi.

Berawal dari keresahannya melihat sepasang Ondel-ondel yang terlihat lusuh dan meminta sejumlah uang di kemacetan Jakarta, Frances tergerak untuk mencari tau tentang Ondel – Ondel yang berujung pada kebudayaan Betawi.

Melalui riset yang dia lakukan di Perkampungan Kebudayaan Betawi Setu Babakan, Frances mengemas hasil riset yang dipadukan dengan kehidupannya sehari-hari melalui novel berjudul Ondel-ondel Galau yang berbahasa Inggris namun sangat ringan dibaca.

Dalam novel ini, Frances mengulas tentang beragam kebudayaan Betawi, mulai dari sejarah,para tokoh, tarian adat, baju adat, lagu adat, mainan tradisional hingga beragam makanan khas Betawi.

Saya belajar banyak tentang budaya Betawi. Saya ingin mengajak anak muda seumuran Saya untuk lebih mengenal Budaya Betawi dan meningkatkan kesadaran untuk turut melestarikannya serta mengenalkannya kepada dunia, ujar Frances pada Prokabar, Jum’at (27/4) lalu.

Novel ini membuka matanya untuk menggali warisan dan identitas dirinya sendiri. Dari penelitian tentang budaya Betawi yang dilakukannya, membawanya bertemu dengan seorang tokoh Betawi, Bang Indra Sutisna di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan.

Dari Bang Indra inilah kemudian Frances mulai mengetahui peranan penting Ondel-ondel yang telah ada selama ratusan tahun dan bagaimana mereka akhirnya menjadi ikon kota Jakarta. Sayangnya, beberapa orang yang tidak bertanggung jawab mulai menggunakan boneka itu sebagai atraksi jalanan hingga menurunkan nilai budaya yang melekat.

Bang Indra menyambut positif apa yang dilakukan oleh Frances, harapannya buku ini menjadi pembelajaran bersama-sama, karena menurutnya jika generasi muda dan anak-anak makin jauh dari budaya nya sendiri maka Bang Indra juga khawatir bahwa Jakarta akan kehilangan jati diri.

Saya berterima kasih dengan apa yang dilakukan Frances untuk menulis buku ini, semoga dengan buku yang nanti bakal terbit, mengenai adanya soal bahasa atau kaitan-kaitan tentang budaya, isi-isi mengenai budaya kita tinggal lihat saja di buku ini. Tetapi yang pasti kita tidak boleh kehilangan budaya kita. Kita tidak boleh kehilangan jati diri kita, pun budaya Betawi sebagai inti kota Jakarta inilah harus kita jaga, kata Bang Indra.

Bang Indra juga berharap buku ini nantinya akan banyak peminatnya. Sehingga orang-orang bisa belajar dari potongan-potongan kalimat yang telah digali cukup lama. Dan hasilnya nanti masyarakat bisa berpikir lagi dan memberikan peluang di hatinya untuk mengenal budayanya dan cinta budayanya. Dan budaya Betawi juga semakin menyebar.

Semoga sekali lagi ini bisa berjalan baik prosesnya dan hasilnya juga semakin baik untuk kita semua agar budaya Betawi semakin berkembang lestari, kepedulian kita kepedulian bersama. Dari buku ini kita bisa mulai, ajaknya. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB