Lima KK Korban Banjir Bandang Galapuang Bersedia Ke Pemukiman Baru

Penulis -

Rabu, 4 Desember 2019 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar — Lima Kepala Keluarga dari 49 jiwa korban Banjir Bandang di Jorong Galapuang, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat telah bersedia untuk pindah dan menempati pemukiman yang baru. 5 KK tersebut merupakan korban pemilik 5 unit rumah yang mengalami rusak berat.

Wali Jorong Galapung Zafri Yendi (38) menjelaskan 5 Kepala Keluarga tersebut yakni Ernawati (51) dengan beserta 3 orang anak, Murniati (68) bersama 1 orang anak. Salman (66) bersama istri 1 dan 6 orang anak, Sudirman (74) berdua sama istrinya. Rusdi (58) bersama istri dan 3 orang anaknya.

3 kepala keluarga, bersedia pindah di lahan miliknya sendiri. Menempati tempat tinggal di lokasi dianggap aman dan keluar zona merah. Sementara itu, 2 kepala keluarga lainnya menempati pemukiman Dama Gadang, relokasi korban bencana longsor sebelumnya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“5 kepala keluarga, korban dengan 5 unit rumah terparah itu telah bersedia untuk pindah. Sesuai hasil rapat Pemda Agam dengan masyarakat setempat. Meski demikian, korban yang pindah ke Dama Gadang, sangat berharap dapat lahan pertanian baru, agar dapat bertahan hidup di sana,” terang Zafri Yendi kepada Prokabar.com, Selasa (3/12).

Rata-rata penduduk yang tinggal di Zona Merah, terutama di Jorong Galapuang sangat bersedia untuk pindah, lanjutnya. Hanya saja menempati tempat baru, tentu akan memulai kehidupan yang baru pula. Sementara, lahan pertanian yang akan digarap di lokasi baru tidak ada.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Mereka sejak nenek moyang dahulunya dan harta pusako yang dimiliki saat ini, hanya di Jorong Galapuang. Lahan yang sangat subur, meski sering dilanda bencana longsor dan banjir bandang.

Zulfahmi Imam Sinaro, tokoh masyarakat setempat menambahkan Pemerintah Daerah Agam hendaknya memahami dan memberi kebijakan dalam hal tersebut. “Menempati tempat yang baru, tentu dibutuhkan pula penghidupan baru pula. Masyarakat yang sudah pindah, tidak akan mungkin untuk kembali menggarap lahan ditempat yang lama. Apalagi jarak Dama Gadang ke Galapuang cukup jauh,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Ia mengharapkan komitmen dan konsisten Pemerintah Kabupaten Agam dalam mensejahterakan masyarakatnya. Tidak hanya memberi solusi sekedar tempat tinggal semata. Akan tetapi juga tempat berkehidupan dan mampu bertahan hidup yang baru pula.

“Pindah tentu saja mudah, akan tetapi memulai kehidupan yang baru itu yang sulit. Biasa hidup berkeramba dan bertani di daerah dataran rendah, tentu jauh berbeda di dataran tinggi seperti di Dama Gadang. Dan kami sangat mengharapkan solusi dari Pemerintah Daerah dalam hal tersebut,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB