ACT Sumbar Kesulitan Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Solok Selatan

Penulis -

Rabu, 27 November 2019 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solok Selatan, Prokabar — Bantuan kemanusiaan untuk korban banjir bandang dan longsor Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solok Selatan, masih terkendala akses jalan.

Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat Aan Saputra melaporkan, ACT Sumatra Barat akan kembali menerjunkan relawan untuk membantu jalannya evakuasi dan pembersihan material longsor pada Rabu (27/11).

“Sejumlah relawan MRI Sumatra Barat akan kami berangkatkan insyaallah sore ini,” kata Aan, Rabu (27/11).

Sehari sebelumnya, Selasa (26/11), beberapa relawan sudah bergabung dengan tim gabungan BPBD Sumatra Barat membersihkan material longsor dan membuka akses jalan.

Baca Juga :  Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Lebih lanjut Aan mengatakan, masih ada jorong yang belum tersentuh bantuan, baik tenaga relawan atau pun bantuan pangan dan sandang karena akses jalan terputus.

“Tim relawan kami melaporkan, pembersihan jalan di Jorong Sapan Salak akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena material batu yang cukup besar, sedangkan alat berat yang ada hanya satu unit loader,” ungkap Aan.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Akses di sejumlah jorong pun bergantung pada kesediaan akses di jorong lainnya. Seperti di akses jalan ke Jorong Manggis baru bisa dibersihkan jika jalan di Jorong Sapan Salak yang terbuka. “Sedangkan warga setempat sudah kehabisan bahan pokok,” tambah Aan.

Tim juga melakukan asesmen warga Jorong Sapan Salak dan mengevakuasi sejumlah warga yang masih bertahan. Jorong Sapan Salak merupakan salah satu daerah yang terdampak parah longsor dan banjir.

Berdasarkan laporan yang diterima ACT Sumatra Barat, bantuan dari luar jorong belum dapat menjangkau korban. Sejumlah aksi evakuasi masih terkendala alat dan personil, seperti mesin pompa air dan alat kebersihan. Warga pun masih membersihkan rumah dengan peralatan seadanya.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Saat ini warga membutuhkan peralatan kebersihan, air bersih, bantuan pangan, dan pakaian,” pungkas Aan.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, mulai Jumat (22/11). Empat kecamatan meliputi Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo tercatat terdampak banjir. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB