Presiden Perkenalkan 7 Staf Khusus Millenial, Ini Profilnya

Penulis -

Kamis, 21 November 2019 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenal 7 (tujuh) Staf Khusus Presiden baru yang berasal dari kalangan millenial kepada wartawan di Verranda, Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/11).

“Sore hari ini, saya ingin mengenalkan Staf Khusus Presiden yang baru yang tugas khususnya nanti adalah mengembangkan inovasi-inovasi di berbagai bidang,” kata Presiden Jokowi seraya menambahkan, merka adalah anak-anak mudah semuanya.

Yang pertama, Adamas Belva Syah Devara (29 tahun),  lulusan S2 Harvard University dan Stanford university di Amerika serikat.

“Kita kenal Mas Belva adalah pendiri dan juga CEO Ruang Guru. Masuk ke forbes 30 di umur di bawah 30 tahun. Juga mendapatkan medali emas dari Lee Kuan Yew saat lulus sarjana di NTU di Singapura,” ungkap Presiden Jokowi.

Yang kedua, Putri Indahsari Tanjung (23 tahun), jebolan sarjana Academy of Art di San Francisco.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Kita sering dengar kiprahnya sebagai founder dan CEO di Creativepreneur dan juga menjadi Chief Business Officer of Kreavi,” kata Presiden Jokowi.

Yang ketiga, Andi Taufan Garuda Putra (32 tahun), lulusan Harvard Kennedy School.

“Bergerak di dunia enterpreneur, banyak meraih penghargaan atas inovasinya termasuk atas kepeduliannya terhadap sektor-sektor UMKM, menjadi CEO PT Amartha Mikro Fintech. Saya  kenal beliau saat urusan fintech,” jelas Presiden Jokowi.

Yang keempat, Ayu Kartika Dewi (36 tahun). Adalah salah satu anak muda yang memiliki misi mulia untuk merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, menjadi pendiri dan mentor lembaga SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali), meraih gelar MBA di Duke University di Amerika Serikat.

Yang kelima, Gracia Billy Mambrasar (31 tahun). putra tanah Papua. Lulusan NU Australia, S2 dan juga sekarang masih menempuh sebentar lagi juga selesai di Oxford  University. Nanti, Oktober juga akan masuk ke Harvard University untuk S3-nya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Billy adalah talenta hebat tanah Papua yang kita harapkan banyak berkontribusi dengan gagasan-gagasan inovatif dalam membangun tanah Papua. Menjadi CEO Kitong Bisa,” terang Presiden Jokowi.

Yang keenam, Angkie Yudistia (32 tahun), anak muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur melalu Thisable Enterprise yang didirikannya. Aktif sebagai anggota Asia Pacifik Federation of the Hard of Hearing dan Deafened Person dan anggota International Federation Hard of Hearing Young people.

“Saya juga minta nanti Angkie untuk menjadi juru bicara Presiden di bidang sosial,” kata Presiden Jokowi.

Yang ketujuh, anak muda tapi santri. Aminuddin Maruf (33 tahun), pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII).

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Mas Aminuddin saya minta keliling nanti ke santri, ke pesantren untuk menebar gagasan-gagasan, inovasi-inovasi baru, karena saya yakin pesantren akan bisa melahirkan talenta-talenta yang hebat untuk memajukan bangsa ini,” kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, ketujuh anak muda itu akan menjadi teman diskusi dirinya harian, mingguan, bulanan. Memberikan gagasan-gagasan segar yang inovatif sehingga kita bisa mencari cara-cara baru, cara-cara yang out of the box, yang melompat untuk mengejar kemajuan negara kita.

“Saya juga meminta mereka untuk menjadi jembatan saya dengan anak-anak muda, para santri muda, para diaspora yang tersebar di berbagai tempat,” ungkap Presiden Jokowi.

Presiden meyakini,  dengan gagasan-gagasan segar, dengan gagasan-gagasan yang kreatif untuk membangun negara ini, kita akan lihat nanti gagasan-gagasan itu apakah bisa diterapkan dalam ke pemerintahan. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB