Presiden Minta Maaf Hanya Bisa Pilih 34 Menteri

Penulis -

Sabtu, 26 Oktober 2019 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dalam seminggu ini dirinya dan Wakil Presiden sibuk membentuk kabinet, mengangkat Menteri dan Wakil Menteri. Ia menilai, ini adalah pekerjaan yang sangat berat.

“Nama yang masuk lebih dari 300 orang, padahal jumlah Menteri hanya 34,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Musyawarah Besar X Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, di Ballroom Laggon Garden Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (26/10) siang.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Menurut Presiden, dirinya dan Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin harus melihat urusan yang berkaitan dengan daerah, urusan yang berkaitan dengan suku, urusan yang berkaitan dengan agama. Semuanya proporsinya harus sesuai betul. Demikian juga dengan yang berkaitan dengan partai, yang berkaitan yang profesional. “Tidak mudah menyusun kabinet yang harus beragam karena memang Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menyadari  mungkin yang senang atau yang gembira karena terwakili di dalam kabinet itu hanya 34 orang yang dilantik. Yang kecewa berarti lebih dari 266 orang, pasti kecewa, artinya yang kecewa pasti lebih banyak dari yang senang dan mungkin juga sebagian di antaranya yang hadir juga ada yang kecewa.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Jadi saya mohon maaf tidak bisa mengakomodir semuanya karena sekali lagi ruangnya hanya 34,” ucap Presiden Jokowi.

Meski demikian, Presiden mengajak Keluarga Besar Pemuda Pancasila bersyukur karena kader terbaiknya, Bambang Soesatyo sudah terpilih menjadi Ketua MPR RI, kemudian La Nyalla Mattalitti juga terpilih menjadi ketua DPD RI. Ada juga kader Pemuda Pancasila yang terpilih menjadi Menteri, Zainudin Amali.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Itulah, menurut Presiden Jokowi, demokrasi, ada yang menang dalam pemilihan, ada yang kalah dalam pemilihan. Itulah meritokrasi, ada yang terpilih, ada yang tidak terpilih karena memang melalui sistem seleksi. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB